Erric Permana
18 Agustus 2021•Update: 19 Agustus 2021
JAKARTA
Pemerintah Indonesia mengaku telah berkomunikasi dengan Taliban untuk memastikan keamanan Warga Negara Indonesia (WNI) dan KBRI di Afghanistan.
Meski demikian, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah menyatakan komunikasi yang dilakukan tersebut tidak diartikan sebagai komunikasi diplomatik.
Menurut dia, Indonesia telah menjalin komunikasi dengan Taliban sejak 2019 lalu saat Indonesia menjadi salah satu pihak dalam proses perdamaian Troika Plus.
"Sudah berkomunikasi," ujar Faizasyah kepada Anadolu Agency melalui pesan singkat pada Rabu.
Terkait dengan kondisi WNI di sana, Faizasyah menyatakan ada sekitar 15 WNI yang saat ini dalam kondisi baik.
"15 WNI ini beragam, ada yang di misi PBB ada juga yang menikah dengan warga negara setempat," tambah dia.
Rencana evakuasi, jelas dia, hingga saat ini masih terus dimatangkan oleh berbagai pihak.
Sebelumnya, Taliban mulai menguasai Afghanistan dengan mengambil alih kendali ibu kota Kabul dari tangan Presiden Ashraf Ghani pada Minggu, dan menduduki istana kepresidenan.
Ini terjadi setelah hari yang penuh perkembangan dari menit ke menit, termasuk masuknya Taliban ke ibu kota yang terkepung dan kepergian Presiden Ashraf Ghani bersama para pembantu dekatnya.
Membela keputusannya, Ghani mengatakan dalam sebuah pesan bahwa dia telah meninggalkan Kabul untuk menghindari pertumpahan darah.