Nicky Aulia Widadio
03 November 2020•Update: 04 November 2020
JAKARTA
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat 161 tenaga medis meninggal akibat Covid-19 hingga Selasa, terdiri dari 152 dokter dan sembilan dokter gigi.
Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI Adib Khumaidi mengatakan jumlah dokter yang meninggal bertambah 11 orang dalam sepekan terakhir.
“Kasus kematian dokter terbanyak berasal dari Jawa Timur sebanyak 33 kasus dan Jakarta sebanyak 24 kasus,” kata Adib melalui siaran pers, Selasa.
Jakarta dan Jawa Timur juga merupakan wilayah yang menyumbang hampir 40 persen kasus Covid-19 di Indonesia.
IDI juga mencatat 73 persen kasus kematian dokter terjadi pada Juli-November 2020, setelah pemerintah melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah provinsi rawan.
Data Bank Dunia menunjukkan Indonesia memiliki rasio jumlah dokter terendah kedua di Asia Tenggara yakni 1 dokter untuk 2.500 penduduk.
Artinya, kehilangan 152 dokter berarti berkurangnya akses 380 ribu penduduk kepada dokter.
Sementara itu, IDI mengkhawatirkan potensi lonjakan kasus Covid-19 yang diprediksi akan terjadi dua minggu ke depan akibat libur panjang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada akhir pekan lalu.
Adib mengatakan libur panjang pada Mei dan Agustus 2020 telah terbukti meningkatkan jumlah kasus hingga 41 persen dan menyebabkan fasilitas kesehatan kewalahan.
Dia meminta agar masyarakat bersedia melakukan tes usap mandiri untuk mendeteksi dini infeksi Covid-19, sehingga mengurangi potensi penularan kepada orang-orang yang berisiko tinggi dan membantu mengurangi beban tenaga medis.
“Kami meminta masyarakat untuk sabar, sadar dan mempunyai daya juang dalam upaya-upaya penanganan pandemi Covid-19 ini dengan aktif melakukan tes dan melindungi diri sendiri serta orang sekitar,” kata Adib.
Indonesia telah melaporkan total 415.402 kasus positif Covid-19 hingga Senin, dimana 345.566 orang sembuh dan 14.044 pasien meninggal.