Nicky Aulia Widadio
03 Maret 2021•Update: 04 Maret 2021
JAKARTA
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara kembali mengeluarkan awan panas pada Rabu pukul 08.52 WIB.
Petugas di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Sinabung, Armen Putra mengatakan awan panas tercatat pada amplitudo 120 milimeter dan terjadi selama 332 detik.
“Jarak luncur awan panas tidak dapat diamati karena tertutup kabut,” kata Armen kepada Anadolu Agency, Rabu.
Menurut Armen, aktivitas Sinabung cenderung menurun dibandingkan kemarin ketika gunung berapi ini belasan kali erupsi.
“Tapi kami meminta masyarakat untuk tetap waspada karena potensi erupsi Sinabung masih tinggi,” kata dia.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo Natanael Paranginangin menuturkan abu vulkanik dari guguran awan panas pada pagi ini tidak berdampak pada penduduk sekitar.
“Gugurannya tidak signifikan, masih di sekitar badan gunung jadi tidak sampai ke desa-desa,” kata Natanael.
Sebelumnya, Gunung Sinabung mengalami erupsi dan mengeluarkan awan panas sebanyak 13 kali pada Selasa pada pukul 06.42 hingga 08.20 waktu setempat.
Tinggi kolom asap mencapai ketinggian 4-5 kilometer dari puncak, sedangkan jarak luncur awan panas mencapai 2-5 kilometer ke arah Tenggara Timur.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan Gunung Sinabung masih berstatus Siaga atau Level 3 sejauh ini.
Lebih dari 50 desa di Kecamatan Tiganderket, Kutabuluh, Tigabinanga, dan Laubaleng terdampak debu vulkanik akibat erupsi pada Selasa.