Nicky Aulia Widadio
16 Agustus 2021•Update: 17 Agustus 2021
JAKARTA
Gunung Merapi yang berlokasi di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta kembali mengalami erupsi pada Senin pagi.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat Gunung Merapi menggugurkan awan panas sebanyak tiga kali pada Senin, dengan jarak luncur terjauh 3.500 meter pada pukul 05.53 WIB.
Dua guguran awan panas lainnya terjadi pada pukul 05.36 WIB dengan jarak luncur 2.000 meter dan pada pukul 08.45 WIB dengan jarak luncur 1.500 meter.
Selain itu, Gunung Merapi juga menggugurkan lava pijar sebanyak sembilan kali dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magelang mencatat setidaknya 11 desa di Kecamatan Dukun, Kecamatan Sawangan, dan Kecamatan Tegalrejo mengalami hujan abu pasca-erupsi Merapi. Sejumlah desa di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali juga terdampak hujan abu.
BPPTKG menyatakan potensi bahaya dari Gunung Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas sejauh 3-5 kilometer.
“Kami minta masyarakat tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya,” kata Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida melalui keterangan tertulis, Senin.
Aktivitas Gunung Merapi saat ini masih berstatus “Siaga” atau level 3 sejak 5 November 2020.