İqbal Musyaffa
06 Desember 2019•Update: 06 Desember 2019
JAKARTA
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan Direktur Keuangan Garuda Indonesia Fuad Rizal sebagai pelaksana tugas (plt) direktur utama.
Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir mencopot I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara) akibat tersangkut kasus penyelundupan motor Harley Davidson klasik dan sepeda mahal Brompton menggunakan pesawat yang baru dibeli yakni Airbus A330-900 Neo dari Toulouse, rancis, pada 17 November lalu.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan Fuad Rizal telah ditunjuk sebagai plt direktur utama karena tidak terlibat dalam skandal penyelundupan tersebut dan tidak ikut dalam perjalanan dari Prancis ke Jakarta.
“Sementara itu, kita mau operasional Garuda tetap jalan juga,” ujar Arya di Jakarta, Jumat.
Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan penetapan dirut definitive akan dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Arya juga mempermasalahkan empat direksi Garuda yang ikut dalam penerbangan ke Toulouse Prancis untuk serah terima pesawat baru Airbus A330-900 Neo.
Arya mengatakan berdasarkan hasil komite audit yang ditantandatangi Komisaris Utama Garuda Sahala Lumban Gaol, empat direksi tersebut tidak mendapatkan izin dinas dari Kementerian BUMN.
Empat direksi tersebut antara lain Ari Ashkara (Dirut), Iwan Joeniarto (Direktur Engineering dan Service), Mohammad Iqbal (Cargo & Business Development) dan Hery Akhyar (Direktur Sumber Daya Manusia).
Selain itu, Kementerian BUMN juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait penetapan plt dirut tersebut.