Nicky Aulia Widadio
13 Juli 2021•Update: 14 Juli 2021
JAKARTA
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan akan segera menerbitkan izin penggunaan darurat atau ‘Emergency Use Authorization’ (EUA) vaksin Pfizer.
Vaksin yang diproduksi oleh perusahaan farmasi Amerika Serikat dan Jerman, Pfizer-BioNTech tersebut rencananya akan mulai masuk ke Indonesia pada Agustus 2021.
“Dalam waktu dekat juga sedang berproses (EUA) vaksin Pfizer, dalam waktu dekat akan keluar,” kata Kepala BPOM Penny Lukito dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI pada Selasa.
Menurut Penny, BPOM telah mengantungi data mutu dari sejumlah fasilitas produksi vaksin Pfizer.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia telah menandatangani kontrak pembelian vaksin dengan Pfizer.
Indonesia telah memesan sebanyak 50 juta dosis vaksin Pfizer.
“Pfizer kontraknya baru ditandatangani sehingga mudah-mudahan di akhir Agustus itu sudah mulai jalan,” ujar Budi dalam rapat yang sama.
Indonesia sejauh ini telah menggunakan vaksin Sinovac dan AstraZeneca dalam program vaksinasi gratis Covid-19.
Selain dua jenis vaksin tersebut, Indonesia juga akan mendatangkan Pfizer dan Novavax dalam program vaksinasi gratis.