Nıcky Aulıa Wıdadıo
14 Januari 2020•Update: 14 Januari 2020
JAKARTA
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan wilayah Indonesia tidak terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung api Taal di Batangas, Filipina sejak Minggu.
“Berdasarkan pantauan sebaran debu vulkanik Gunung Taal Philipina pagi ini, aman tidak ada dampak ke Indonesia,” kata Kepala Pusat Data, Humas dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo ketika dihubungi, Selasa.
Melalui pengamatan BNPB melalui InaWARE, kolom abu vulkanik dari erupsi Gunungapi Taal terpantau menjauhi Indonesia menuju arah timur laut atau mengarah ke Samudera Pasifik dari kawah yang terletak di tengah Danau Taal.
Otoritas resmi Filipina sebelumnya melaporkan kolom abu mencapai ketinggian 1 kilometer dari kawah utama.
Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) mengatakan abu erupsi jatuh ke wilayah yang paling dekat dengan kawah meliputi Tagaytay, Batangas dan Cavite.
Debu vulkanik tersebut juga menyelimuti wilayah Silang dan Amadeo di Cavite dan Calamba, Santa Rosa dan San Pedro City di Provinsi Laguna.
Otoritas setempat telah meliburkan sekolah di regional Calabarzon, Luson Tengah dan Metro Manila demi alasan keselamatan dan kesehatan.
Menurut Badan Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Alam Filipina, sekitar 6000 penduduk telah dievakuasi ke Batangas, dan paling banyak berasal dari San Nicolas, Balete dan Talisay. Hingga sejauh ini belum ada laporan mengenai korban jiwa.
Selain itu, erupsi Gunung api Taal juga menyebabkan Bandara Internasional Ninoy Aquino ditutup sementara dan semua penerbangan dibatalkan demi alasan keamanan dan keselamatan.