Nicky Aulia Widadio
26 Agustus 2019•Update: 27 Agustus 2019
JAKARTA
Sebanyak 50 orang warga di Kampung Winangun Lindongan II, Sitaro Sulawesi Utara terpaksa mengungsi setelah guguran batu lava panas dari Gurung Karangetang pada Minggu sore lalu.
Pelaksana harian Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan para pengungsi yang terdiri dari 25 perempuan dan 25 laki-laki menempati Gereja Galilea di Kampung Kinali.
“Sementara ini mereka yang mengungsi di gereja telah mendapatkan dukungan bantuan berupa matras, beras dan triplek,” kata Agus melalui keterangan tertulis, Senin.
Berdasarkan pantauan Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava dari puncak kawah utama Gunung Karangetang mengarah ke Kali Sense dan Kali Nanitu sejauh 1.000 hingga 1.500 meter.
Lelelehan lava juga mengarah ke Kali Pangi sejauh 2.000 meter.
Selain itu, kepulan asap kelabu kecoklatan tipis hingga tebal dan asap kawah putih tipis tampak dengan ketinggian 25 meter.
PVMBG masih menetapkan status siaga terkait aktivitas Gunung Karangetang.
Masyarakat dihimbau tidak mendekati, tidak mendaki, dan tidak beraktivitas di pada radius 2,5 kilometer dari puncak Kawah Dua dan Kawah Utama.
Selain itu, masyarakat diminta menghindari perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah barat laut-utara sejauh 4 kilometer, yakni di antara Kali Batuare dan Kali Saboang.
PVMBG menganjurkan masyarakat menyiapkan masker penutup hidung dan mulut untuk mengantisipasi potensi gangguan pernapasan akibat hujan abu.
Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang juga diminta siaga dari potensi lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir ke pantai.