Nicky Aulia Widadio
19 Desember 2018•Update: 20 Desember 2018
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi akan ada lebih dari 2.500 kejadian bencana alam di seluruh wilayah Indonesia.
Kepala BNPB Willem Rapangilei memperkirakan 95 persen di antaranya merupakan bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin puting beliung, dan longsor.
“Masih luasnya kerusakan DAS (daerah aliran sungai), lahan kritis, laju kerusakan hutan, kerusakan lingkungan, perubahan penggunaan lahan, dan tingginya kerentanan menyebabkan bencana hidrometeorologi meningkat,” kata Willem dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
BNPB menyebut luas lahan kritis di Indonesia sudah mencapai 14 juta hektare dan perubahan peruntukkan lahan dari pertanian ke non pertanian mencapai 110ribu hektare per tahun.
Sebanyak 489 kota dan kabupaten berada di wilayah rawan banjir dan 441 kota dan kabupaten berpotensi terkena longsor, lanjut Willen.
Selain itu, 63 juta penduduk Indonesia berisiko terkena dampak bencana.
BNPB juga memprediksi kebakaran hutan masih akan terjadi pada 2019, namun bisa diatasi dengan lebih baik sehingga tidak berdampak signifikan pada aktivitas masyarakat.
Bencana juga bisa berdampak pada penyelenggaraan pemilu legislatif dan pemilihan Presiden-Wakil Presiden pada 17 April 2019, lanjut Willem.
BNPB akan memberi pelatihan manajemen bencana kepada komandan resor militer (danrem) dan komandan distrik militer (dandim) seluruh Indonesia untuk meningkatkan kualitas penanganan bencana menjelang pemilu.
“Perlu meningkatkan kapasitas mereka agar bisa menangani bencana secara optimal," ujar dia.
Selain itu, masyarakat Indonesia diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran atas potensi bencana.