Nicky Aulia Widadio
21 Mei 2021•Update: 22 Mei 2021
JAKARTA
Sebanyak 279 juta data pribadi penduduk Indonesia diduga bocor dan dijual di sebuah forum peretas bernama “Raid Forums” pada pertengahan Mei 2021.
Pemerintah Indonesia menyatakan tengah menelusuri dugaan kebocoran data tersebut.
Informasi terkait dugaan kebocoran data penduduk ini pertama kali muncul di media sosial. Sebuah informasi menyebutkan data tersebut diduga bersumber dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi mengatakan belum dapat disimpulkan bahwa telah terjadi kebocoran data pribadi dalam jumlah yang masif berdasarkan penelusuran hingga Kamis pukul 20.00 WIB.
Kesimpulan tersebut, lanjut dia, diambil setelah beberapa tahap pemeriksaan terhadap data dan informasi yang beredar.
“Penelusuran dan penyelidikan masih akan terus dilakukan secara mendalam dan perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan kemudian,” ujar Dedy melalui keterangan tertulis, Kamis malam.
Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma'ruf mengatakan tengah menelusuri lebih lanjut untuk memastikan apakah data bocor tersebut berasal dari instansi ini atau bukan.
"Kami sudah mengerahkan tim khusus untuk sesegera mungkin melacak dan menemukan sumbernya," kata Iqbal melalui keterangan tertulis.
BPJS Kesehatan mengklaim memiliki sistem pengamanan data yang ketat dan berlapis untuk menjamin kerahasiaan data pribadi.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri memastikan bahwa data yang diduga bocor tersebut bukan bersumber dari Kependudukan dan Catatan Sipil.
Informasi terkait kebocoran data penduduk telah berulang kali terjadi di Indonesia.
Pada 2020 lalu, data pribadi dari pengguna situs e-commerce seperti Tokopedia dan Bukalapak juga pernah bocor.
Selain itu, sebanyak 2,3 juta data pemilih dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga pernah bocor dan dijual di forum online.