Hayati Nupus
18 Maret 2019•Update: 18 Maret 2019
Hayati Nupus
JAKARTA
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan dua orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang terjadi sejak Minggu di Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Selain korban meninggal dunia, masih terdapat tiga orang lainnya yang masih hilang dan dalam pencarian,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Senin, dalam keterangannya.
Sutopo mengatakan banjir dan longsor di Yogyakarta itu terjadi di sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Kulon Progo, Gunung Kidul dan Bantul.
Di Kulon Progo, ujar Sutopo, banjir merendam Kecamatan Panjatan, Wates, Sentolo dan Temon.
Sedang longsor di wilayah itu, menurut Sutopo, terjadi di Kecamatan Kokap dan Girimulyo.
Sebanyak 580 warga Kulonprogo mengungsi di enam titik pengungsian, kata Sutopo.
“Kemungkinan penyintas terus bertambah karena sampai saat ini masih dalam proses evakuasi untuk daerah Bendungan Kecamatan Wates,” ujar Sutopo.
Sedang di Gunung Kidul, lanjut Sutopo, longsor terjadi di Kecamatan Wonosari, Purwosari, Semanu, Panggang, Tepus, Playen, Tanjungsari, Gedangsari, Karangmojo, dan Patuk yang mengakibatkan 39 orang mengungsi di rumah kerabat.
Sementara di Bantul, tambah Sutopo, banjir terjadi di 10 kecamatan dan longsor terjadi di empat kecamatan.
Selain itu, lanjut Sutopo, angin kencang mengakibatkan pohon tumbang di 12 titik di 10 kecamatan.
BNPB mencatat terdapat total 5.046 orang yang mengungsi di lebih dari 22 titik pengungsian.
Petugas setempat, kata Sutopo, masih melakukan penanganan darurat.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan berintensitas sedang hingga lebat mengguyur Yogyakarta hingga 20 Maret 2019.
BMKG menyebutkan ada peningkatan aliran udara basah dari Asia ke wilayah Jawa hingga dua hari ke depan.
Selain itu, siklon tropis Savannah yang bergerak dari sebelah barat Samudera Hindia dan mengarah ke selatan dengan kecepatan 11 kilometer per jam menjauhi wilayah Indonesia berdampak pada pembentukan awan hujan di wilayah Jawa.
Sebelumnya, BMKG telah mengimbau agar warga Yogyakarta mewaspadai banjir, longsor dan angin kencang.