Pizaro Gozali Idrus
29 April 2020•Update: 01 Mei 2020
JAKARTA
Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan layanan antar pangan gratis bagi warga miskin di tengah masa pandemi Covid-19.
Layanan bernama Humanity Careline ini dirancang oleh ACT sebagai solusi distribusi bantuan saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlaku.
Bantuan ini juga bagian dari upaya mendukung kebijakan PSBB agar warga tetap di rumah.
“Ini konsep dari kami agar orang tidak bekerumun di masa pandemi ini,” ujar Lukman Aziz, Direktur Komunikasi ACT, kepada Anadolu Agency pada Rabu.
Konsep yang dilakukan ACT sederhana. Siapa saja warga miskin yang memerlukan bantuan pangan, cukup menelepon nomor hotline bebas pulsa yang disediakan lembaga kemanusiaan itu, yakni 08001165228.
Atau jika tidak memiliki telepon, kata Lukman, warga bisa meminjam telepon tetangganya.
“Nanti ojek online akan datang mengantarkan pangan ke rumah,” ujar Lukman.
Lukman menyampaikan layanan antar pangan gratis ini dilaksanakan sejak 17 April 2020 hingga penetapan masa darurat bencana dicabut.
Layanan ini menyebar di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi.
"Jadi cukup di rumah saja, beras gratis akan datang," kata Lukman.
Salah satu warga yang mendapatkan bantuan Humanity Careline adalah Setyani.
Wanita berusia 47 tahun yang tinggal di Jakarta itu kini tak memiliki pekerjaan usai berhenti dari tugas mengasuh seorang anak.
“Terima kasih banyak, bantuannya bisa memperpanjang nyawa saya,” kata Setyani yang tinggal di wilayah Petamburan, Jakarta Pusat.
Setyani mengatakan kondisi pandemi Covid-19 ini membuat hidup Setyani kian sulit.
Pekerjaan sambilannya mencuci baju juga tak lagi dia dapatkan. Setyani bersyukur mendapatkan bantuan beras dari Humanity Careline.
Penerima manfaat lainnya ialah Teguh, seorang pengemudi ojek daring. Teguh yang mengantar paket beras dari ACT ini mengatakan, banyak manfaat program Humanity Careline.
Selain merasa terbantu, dia merasakan program ini bermanfaat bagi orang banyak di saat pandemi.
“Saya sangat mendukung adanya program seperti ini. Bisa membantu masyarakat yang sedang membutuhkan apalagi kondisinya sekarang, sedang Covid-19,” kata Teguh.
Lebih 8.000 orang mendapatkan bantuan
Koordinator Program Humanity Careline Rizky Wihardi mengatakan saat ini jumlah penerima manfaat terus bertambah dari waktu ke waktu.
Sejak pertama kali diluncurkan, kata Rizki, warga yang menerima manfaat layanan ini mencapai lebih dari 8.000 orang.
“Alhamdulillah penerima manfaatnya sudah banyak,” kata Rizki kepada Anadolu Agency.
Rizki mengatakan sistem Humanity Careline terus dikembangkan sehingga mampu melayani panggilan masyarakat selama 24 jam.
Pihaknya juga telah memperbanyak sambungan telepon menjadi 20 saluran.
“Dengan penambahan ini, pendataan jumlah penerima manfaat akan lebih banyak dengan waktu yang lebih singkat,” kata dia.