Erdinc Aksoy
26 April 2018•Update: 26 April 2018
Erdinc Aksoy
ADANA, Turki
Jumlah imigran tak berdokumen dari Afghanistan ke Turki telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Menteri dalam negeri Turki Suleyman Soylu mengungkapkannya pada hari Rabu.
"Dalam beberapa bulan terakhir, kami telah menghadapi gelombang migran, terutama dari Afghanistan," kata Soylu dalam pidatonya kepada pejabat imigrasi di provinsi selatan Adana.
“Di antara para migran ilegal yang masuk pada tahun 2018, [total] 29.899 orang berasal dari Afghanistan. Sedangkan jumlah total migran gelap asal Afghanistan pada tahun 2017 adalah 45.259 orang," imbuh dia.
Menteri dalam negeri mengatakan Turki juga menangkap 4.641 penyelundup migran sepanjang tahun 2017. Sementara kategori ini berada di angka 1.328 pada empat bulan pertama tahun ini.
Saat ini, Turki juga menampung 3,5 juta pengungsi Suriah, melebihi dari negara lain di dunia. Turki telah menjadi rute utama bagi para pengungsi yang mencoba menyeberang ke Eropa, terutama sejak awal perang saudara di Suriah.
Soylu mengatakan sejumlah langkah untuk menangani, termasuk peningkatan keamanan perbatasan serta kapasitas repatriasi akan diambil untuk mengendalikan migrasi tidak teratur.
Turki berencana untuk meningkatkan kapasitas pusat repatriasinya menjadi 15.000 dari 8.276, kata Soylu.
Dia juga menyebutkan kesepakatan perjanjian penerimaan kembali Uni Eropa-Turki di mana Ankara seharusnya mengirim kembali semua pencari suaka yang mencapai pulau-pulau Yunani dari Turki.
Soylu mengatakan, pada bulan Februari 2016 lalu jumlah orang yang mencoba mencapai Kepulauan Yunani adalah 2.055 per hari, angka tersebut turun menjadi 131 pada bulan April 2016, setelah kesepakatan itu tercapai.
Kemudian, pada bulan-bulan berikutnya, angka itu kembali turun menjadi di 55-122 pengungsi per hari, Soylu menambahkan.
"Saat ini, rata-rata tahunan adalah 66 migran," katanya.