Nasional

Presiden Jokowi minta pemuda berinovasi dalam bisnis online

Pemerintah tengah membahas super deductible tax atau pengurangan pajak di atas 100 persen dalam rangka pengembangan sumber daya manusia dan inovasi

16.02.2019
Presiden Jokowi minta pemuda berinovasi dalam bisnis online Presiden Joko Widodo (kedua dari kanan) mendengarkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) dalam pertemuan bilateral Indonesia-Amerika Serikat di Singapura 14 November 2018. ( Anton Raharjo - Anadolu Agency )

Pizaro Gozali

JAKARTA

Presiden Joko Widodo mendorong anak-anak muda untuk memiliki inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan bisnis online.

Dalam keterangannya usai bertemu CEO Bukalapak, Presiden ingin mendorong pelaku UMKM bisa melakukan transaksi bisnis dari offline menuju online dalam sistemmarketplace.

“Kita harus juga mendorong unicorn Indonesia agar memiliki ruang untuk berkompetisi dengan negara-negara lain,” ujar Presiden yang akrab disapa Jokowi ini kepada wartawan di Istana, Jakarta pada Sabtu.

Presiden menyatakan pemerintah tengah membahassuper deductible tax atau pengurangan pajak di atas 100 persen dalam rangka pengembangan sumber daya manusia dan inovasi.

“Kita harus mendorong dan mendukung dengan baik yang namanya Gojek, Traveloka, Bukalapak, untuk memajukan ekonomi kita semuanya,” ujar Presiden.

Presiden meminta masyarakat matang bersikap dalam merespons setiap peristiwa apa pun, termasuk saat menanggapi substansi yang dikemukakan CEO Bukalapak Ahmad Zaky soal rendahnya anggaran penelitian di Indonesia.

Presiden meminta masyarakat tidak berlebihan dan menghentikan gerakan uninstall Bukalapak.

“Setop. Karena kita harus dorong anak-anak muda yang memiliki inovasi dan kreativitas untuk maju,” ujar Presiden.

Presiden juga menyinggung kritikan CEO Bukalapak soal rendahnya anggaran penelitian di Indonesia.

Presiden menyampaikan kini dana pengembangan dan riset Indonesia mencapai Rp26 triliun. Namun, pemerintah tetap ingin mengalokasikan dana lebih besar.

Sebelumnya, CEO Bukalapak Ahmad Zaky mengkritisi rendahnya alokasi anggara riset Indonesia dibandingkan dengan negara lainnya. Kritikan itu disampaikan Zaky lewat akun Twitter resminya.

Berdasarkan data yang digunakan, Zaky menyebut anggaran riset di Indonesia hanya mencapai USD2 miliar. Sementara Singapura dan Malaysia masing-masing USD10 miliar. Sedangkan Amerika Serikat (AS) mencapai USD511 miliar.

"Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD) 1. US 511B 2. China 451 B 3. Jepang 165B 4. Jerman 118B 5. Korea 91B 11. Taiwan 33B 14. Australia 23B 24 Malaysia 10B 25. Spore 10B 43. Indonesia 2B. Mudah2an presiden baru bisa naikin," cuit Zaky.
Cuitan itu kemudian dikecam para pendukung Presiden Jokowi dengan menggemakan tagar #UninstallBukalapak.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın