Polisi Turki tahan 179 tersangka terkait kasus Harun Yahya
Polisi Istanbul hingga kini berhasil menahan 179 dari total 235 tersangka buron dan masih berusaha menangkap 56 tersangka lainnya
Istanbul
Halil Demir
ISTANBUL
Polisi Turki telah menahan 179 tersangka terkait kasus Adnan Oktar alias Harun Yahya.
Satuan polisi Istanbul yang menangani kejahatan keuangan kemarin mengadakan operasi serentak di empat kota.
Dalam operasi tersebut, polisi berhasil menahan Oktar Babuna, seorang dokter ahli saraf yang dekat dengan Adnan Oktar. Polisi juga menahan empat saudara perempuan dan keponakan perempuan Babuna, serta 105 wanita lainnya.
Hingga kini polisi berhasil menahan 179 dari total 235 tersangka buron dan masih berusaha menangkap 56 tersangka lainnya, meski belum memulai proses penyelidikan terhadap para tersangka.
Polisi juga berhasil menyita enam truk berisi artefak bersejarah dan barang antik, serta lebih dari 400 kartu memori, 70 senjata api, lebih dari 3.000 peluru, sejumlah besar uang tunai dan mata uang asing dalam operasi tersebut.
Polisi tengah berkonsultasi dengan para ahli untuk menentukan orisinalitas barang antik dan artefak sitaan tersebut.
Di tengah penggerebekan salah satu rumah anggota kelompok tersebut, seorang tersangka melepaskan tembakan kepada satuan polisi. Namun jaket anti peluru yang dikenakan petugas polisi berhasil menahan peluru tersebut. Polisi kemudian menahan pelaku dan menyita senjata apinya.
Di sisi lain, polisi menemukan sejumlah besar uang tunai di dalam mobil yang digunakan orang nomor dua sekte Adnan Oktar, Didem Urer, saat Urer berusaha kabur.
Setelah operasi itu dimulai, polisi mulai menerima laporan dari para korban yang selama ini diam karena takut. Para korban menyampaikan laporan mereka melalui telepon atau dengan cara mendatangi langsung kantor polisi.
Oktar, yang dikenal publik sebagai Adnan Hoca, adalah seorang khatib yang sering muncul di televisi. Di luar Turki, Oktar juga dikenal dengan nama Harun Yahya.
Polisi Turki memulai operasi penahanan terhadap Adnan Oktar dan para anggotanya terkait dugaan keanggotaan dalam sindikat kriminal.
Sindikat tersebut dituduh terlibat dalam kegiatan-kegiatan kriminal seperti mendirikan organisasi dengan niat jahat, pelecehan seksual anak, hubungan seksual dengan anak di bawah umur, penculikan, penahanan anak di bawah umur, pelanggaran hukum prosedur perpajakan, dan pelanggaran undang-undang anti teror.
Oktar memiliki sebuah kanal televisi bernama A9, di mana dia juga menjalankan acara keagamaan dan isu-isu sosial lainnya.
Adnan Oktar diketahui selalu dikelilingi oleh banyak wanita yang telah melakukan operasi plastik. Dia memanggil wanita-wanita tersebut dengan sebutan 'kitten' atau ‘anak kucing’.
