Shenny Fierdha Chumaira
29 Juni 2018•Update: 30 Juni 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Polisi mengidentifikasi dua orang yang diduga memimpin kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan menembak pesawat serta speedboat yang membawa logistik untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 di Papua.
"Yang memimpin dua orang. Kita baru identifikasi. Belum ada informasi penangkapan," ungkap Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Negara Republik Indonesia Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Jakarta, Jumat.
Menurut Setyo, polisi belum berhasil menangkap anggota KKB itu dikarenakan medan alam Papua yang berat.
"Hutannya saja rapat sekali, sulit. Kalau kita tidak pernah ke sana akan susah. Mereka [KKB] lebih menang medan," jelas Setyo.
Dia menduga bahwa kedua orang itu ikut terlibat dalam kasus penembakan pesawat di Kabupaten Nduga, Papua, dan penembakan speedboat di Kabupaten Puncak Jaya, Papua.
Baik pesawat maupun speedboat tersebut sama-sama sedang mengangkut surat suara dan kotak suara untuk Pilkada Serentak 2018 di Papua.
"Kita sudah mengidentifikasi bahwa mereka [KKB] punya beberapa senjata laras panjang dan senjata laras pendek," imbuh Setyo tanpa menyebutkan jumlah rincinya.
Pada Senin, KKB menembaki pesawat Trigana Air di Bandar Udara (Bandara) Kenyam, Kabupaten Nduga yang membawa 15 orang personel Korps Brigade Mobil Kepolisian Negara Republik Indonesia dan keperluan logistik untuk Pilkada Serentak 2018.
KKB juga menembaki warga sekitar Bandara Kenyam sehingga menewaskan tiga warga sipil dan melukai seorang anak.
Akibat insiden ini, pemungutan suara di Kabupaten Nduga batal dilaksanakan dan diganti ke hari lain.
Pada Rabu, KKB menembaki seorang tokoh masyarakat dan sembilan orang aparat keamanan yang sedang menaiki speedboat untuk membawa surat suara di Distrik Torere, Kabupaten Puncak Jaya, menewaskan dua polisi dan Kepala Distrik Torere bernama Obaja Froaro.
Sementara itu, empat polisi selamat dan tiga polisi lainnya belum diketahui nasibnya karena ketika penembakan terjadi, mereka melompat dari speedboat. Pilkada Serentak 2018 digelar pada Rabu di 171 daerah di Indonesia.