Michael Hernandez
07 Maret 2018•Update: 08 Maret 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Penasihat ekonomi Presiden Donald Trump mengundurkan diri dari Gedung Putih setelah berdebat dengan Trump mengenai rencana tarif baja dan aluminium, kata Gedung Putih pada Selasa.
Mundurnya Gary Cohn adalah yang terbaru setelah keluarnya sejumlah staf Gedung Putih. Dia akan secara resmi berhenti dari jabatannya dalam beberapa pekan ini.
Cohn, yang memiliki pandangan pro-pasar terbuka dan merupakan seorang veteran Goldman Sachs, tidak setuju dengan proposal Trump untuk memberikan tarif impor sebesar 25 persen untuk baja dan 10 persen untuk aluminium.
Sebelumnya, Cohn memainkan peran besar dalam kemenangan Trump menjadi presiden, yaitu dengan rencana reformasi pajak.
Recana tarif impor itu membangkitkan kekhawatiran akan kemungkinan persaingan perdagangan dengan rekan-rekan perdagangan AS.
Pekan lalu, ajudan dekat Trump dan direktur komunikasi Gedung Putih Hope Hicks juga mengatakan akan mengundurkan diri menyusul pemecatan seorang staf lain yang menghadapi tuduhan KDRT.
Pada Selasa, Trump membantah ada kekacauan di Gedung Putih. Semua orang akan "datang dan pergi," cuit Trump.
"Saya selalu ingin berdialog sebelum mengambil keputusan akhir. Ada beberapa orang yang ingin saya ganti (saya selalu mengejar kesempurnaan). Tidak ada kekacauan, hanya semangat yang luar biasa!" tulis Trump di Twitter.
Setelah keputusan mundur Cohn diumumkan, Trump berterima kasih karena dia sudah "bekerja dengan sangat baik".
"Gary adalah penasehat ekonomi utama saya dan bekerja sangat baik mengikuti agenda kami, membantu memberikan pemotongan pajak bersejarah dan membangkitkan ekonomi AS. Bakat yang dimilikinya sangat jarang ditemukan, dan saya berterima kasih dia sudah melayani warga Amerika," kata Trump lewat sebuah pernyataan.
Cohn juga menyampaikan terima kasihnya kepada presiden AS itu melalui sebuah pernyataan yang dirilis Gedung Putih.
"Merupakan kehormatan bagi saya untuk melayani bangsa dan menerapkan kebijakan ekonomi yang bisa menguntungkan warga Amerika, khususnya meloloskan reformasi pajak. Saya berterima kasih kepada Presiden yang sudah memberikan saya kesempatan ini," kata Cohn.