Hayati Nupus
09 Agustus 2018•Update: 10 Agustus 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Pemerintah menyebutkan jumlah korban tewas gempa berkekuatan 7 skala richter yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga hari ini mencapai 319 orang.
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan RI Wiranto mengatakan jumlah itu berdasarkan hasil pendataan terakhir oleh Komandan Satuan Tugas Darurat Bencana Gempa Provinsi Nusa Tenggara Barat.
“Harapannya setelah ini dari sumber manapun datanya akan sama, baik dari BNPB, Pemda atau lainnya,” ujar Wiranto, Kamis, seusai rapat koordinasi penanganan bencana gempa Lombok, di Jakarta.
Wiranto juga mengatakan dia sudah memerintahkan timnya untuk menyesuaikan data sebelum dipublikasikan ke masyarakat. Baik data korban tewas, luka berat, maupun jumlah pengungsi.
Sementara itu Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran pers sore ini mengatakan sejauh ini data korban tewas yang terverifikasi berdasarkan nama dan alamatnya adalah 259 jiwa.
“Penanganan darurat masih terus dilakukan dengan intensif, evakuasi korban yang masih diduga tertimbun material bangunan roboh masih dilakukan,” ujar Sutopo.
Selain itu, kata Sutopo, terdapat 1.033 orang luka berat dan 270.169 orang mengungsi.
Gempa tektonik berkekuatan 7 SR mengguncang Lombok, Minggu malam, pukul 18.46 WIB. Hingga pukul 13.00 WIB hari ini, gempa susulan sudah mencapai 362 kali, termasuk gempa berkekuatan 6,2 SR yang terjadi hari ini.
Dua pekan lalu, gempa berkekuatan 6,4 SR juga mengguncang Lombok. Gempa itu menewaskan 17 orang, 365 terluka dan membuat ribuan orang mengungsi.