Erric Permana
16 April 2018•Update: 17 April 2018
Erric Permana
JAKARTA
Pemerintah akan mengevaluasi Proyek Strategis Nasional (PSN) 2017.
Dalam rapat terbatas di Istana Negara, Presiden RI Joko Widodo meminta menterinya untuk mengevaluasi PSN kemudian memutuskan bersama keberlanjutan proyek tersebut.
“Mana [PSN] yang betul-betul bisa dieksekusi, mana yang tidak mungkin dilaksanakan dan PSN yang belum rampung di 2017, saya minta juga agar segera diselesaikan dan dituntaskan pengerjaannya tahun ini,” ujar Joko Widodo pada Senin, di Jakarta.
Untuk PSN tahun 2018, Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta pembantunya untuk memastikan kembali dampak yang dihasilkan dari pengerjaan proyek itu. Dia berharap PSN 2018 bisa menekan ketimpangan dan meningkatkan perekonomian daerah.
“Misalnya tol laut, harus dipastikan program ini benar-benar bisa menurunkan biaya logistik yang berdampak pada turunnya harga bahan pokok yang dikeluhkan rakyat,” tambah dia.
Komunikasi kepada masyarakat mengenai dilaksanaannya PSN tersebut, kata Presiden, juga harus ditingkatkan. Ini dilakukan agar masyarakat mengetahui manfaat serta bisa ikut memantau langsung pelaksanaan proyek itu.
“Agar rakyat tahu apa yang sedang dikerjakan, apa manfaat bagi rakyat bagi masyrakat sehingga tumbuh rasa ikut memiliki, kemudian ikut mengawasi,” jelas Joko Widodo yang akrab Jokowi itu.
Dalam mengerjakan PSN, Jokowi juga meminta agar pembiayaan tidak hanya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dia berharap ada jenis model pembiayaan alternatif yang bisa menarik perhatian investor.
“Pelaksanaannya saya minta jangan semuanya dilakukan oleh BUMN, jangan juga dikerjakan anak BUMN, libatkan sektor swasta terutama swasta di daerah, tempat proyek itu dikerjakan,” pungkas dia.