12 Juli 2017•Update: 12 Juli 2017
Erric Permana
JAKARTA
Pemerintah Indonesia diminta waspada menyusul kalahnya kelompok teroris ISIS atau Daesh di Kota Mosul, Irak.
Kota Mosul sendiri merupakan benteng pertahanan terakhir kelompok teroris Daesh
"Kaum fanatik yang sudah berbaiat kepada ISIS sangat kecewa apalagi ada kemunduran dan kekalahan ISIS di Iraq dan Suriah mereka sedang memimpikan sebuah khilafah besar dan jangan sampai itu hilang, dan kalah," kata Pengamat Terorisme Al Chaidar saat dihubungi Anadolu Agency Rabu.
Menurut Pengamat Terorisme Al Chaidar, dikhawatirkan kelompok teroris Daesh menargetkan Indonesia menjadi markas kelompok tersebut setelah kekalahannya di Irak. Sebab menurutnya, Indonesia merupakan negara urutan kedua setelah Filipina yang menjadi kelompok Daesh.
Yang paling menjadi target Asia Tenggara yah Filipina dan kedua itu Indonesia. Dan negara dengan sistem keamanan yang sangat rapih seperti Singapura, Malaysia, Brunei itu mereka sulit bergerak," tegasnya.
Selain itu juga, pemerintah patut mewaspadai adanya aksi teror berupa aksi balasan kelompok teroris tersebut di Indonesia.
"Mereka pada akhirnya mendengarkan kekalahan ini akan bereaksi secara cepat dan di sini melakukan serangan serupa. Dan bahkan tanpa disuruh pun mereka akan langsung membuat serangan itu, ujarnya.
Dia pun meminta agar Pemerintah Indonesia untuk mendeteksi sel sel kelompok Daesh yang akan bangkit.
Irak secara resmi mengumumkan kemenangannya di Kota Mosul atas Kelompok Teroris Daesh hari ini Selasa. Kemenangan tersebut diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Irak. Kota Mosul sendiri disebit-sebut merupakan benteng pertahanan terakhir Kelompok Daesh.