Rıskı Ramadhan
08 Februari 2018•Update: 09 Februari 2018
Eshar Firat
RAMALLAH, Palestina
Menteri Pemuda dan Olahraga Turki pada Rabu bertemu dengan ayah dari gadis Palestina, Ahed al-Tamimi yang ditahan oleh pasukan keamanan Israel tahun lalu.
Osman Askin Bak bertemu dengan ayah al-Tamimi, Basim dalam kunjungannya ke Palestina.
Kepada Anadolu Agency, Bak mengatakan bahwa dia telah menyampaikan pesan solidaritas masyarakat dan pemerintah Turki kepada ayah Ahed, Basim al-Tamimi.
"Ahed telah menjadi simbol perlawanan terhadap pendudukan Israel dan telah memenangkan cinta pemuda Turki. Tempat Ahed bukanlah penjara dan pengadilan, namun meja sekolah," kata Bak menyerukan pihak berwenang Israel untuk membebaskan Ahed.
Ayah Ahed mengatakan bahwa Ahed mendapatkan dukungan internasional, terutama dari Turki.
Ahed al-Tamimi, yang dikenal dengan keberaniannya dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina, ditangkap pada 19 Desember 2017 setelah sebuah video yang menunjukkan dia memukul dua petugas keamanan Israel yang telah menyerbu rumahnya di Tepi Barat yang diduduki, tersebar di media sosial.
Pada hari yang sama, Menpora Turki juga mengunjungi kantor Kerja sama dan Koordinasi Turki (TIKA) di Ramallah.
Bak juga mengunjungi Masjid al-Aqsa, yang dianggap sebagai situs tersuci ketiga di dunia untuk umat Islam.
"Sangat penting bagi kita untuk melindungi, memperkuat dan mendukung Masjid Al-Aqsa, kiblat pertama umat Islam," kata dia.
Bak tiba di kota tersebut pada Selasa untuk menghadiri konferensi pemuda mengenai kota Yerusalem.
Yerusalem menjadi perhatian dunia dalam beberapa waktu terakhir setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengakui kota suci tersebut sebagai ibu kota Israel pada 6 Desember 2017. Langkah tersebut memicu kecaman di dunia Arab dan Muslim.
Pada tahun lalu, Yerusalem dinyatakan sebagai ibu kota Pemuda Islam tahun 2018 di Istanbul.
Yerusalem masih menjadi poros konflik Timur Tengah, karena penduduk Palestina menginginkan Yerusalem Timur -yang diduduki oleh Israel sejak 1967– menjadi ibu kota Palestina di masa mendatang.