29 Agustus 2017•Update: 30 Agustus 2017
Meskipun hari raya kurban masih dua hari lagi, anak-anak sekolah dasar "Sekolah Juara" di Jakarta Timur sudah merasakan lezatnya daging kurban. Tetapi, yang mereka lahap adala h daging kurban tahun lalu yang telah diproses menjadi kornet, atau daging kalengan. Sehingga daging tersebut bisa dikonsumsi dalam waktu lebih dari dua tahun.
Adalah lembaga amil zakat, Rumah Zakat (RZ), yang berinisiatif membuat cara baru mengelola daging kurban menjadi daging olahan kalengan, atau kornet. Chief Marketing RZ Irvan Nugraha mengatakan, kornet kurban sudah diproduksi oleh RZ sejak tahun 2000. Kata Irvan, ide dasarnya adalah agar daging kurban yang jumlahnya sangat banyak ketika hari raya Idul Adha, bisa disalurkan kepada yang berhak sepanjang tahun.
"Supaya orang miskin bisa makan daging bukan hanya saat lebaran saja. Jadi pembinaan gizi masyarakat miskin bisa dilakukan sepanjang tahun," ujar Irvan menjelaskan. Dan, makan siang anak-anak Sekolah Juara di atas, masuk ke dalam program pembinaan gizi yang dilakukan oleh RZ lewat kornet kurban yang diberi merek Superqurban ini. Sekolah Juara sendiri adalah sekolah gratis khusus anak-anak duafa yang digagas oleh RZ.
Selain perbaikan gizi kaum duafa, kornet kurban juga disebarkan ke berbagai wilayah di Indonesia yang terkena bencana. Karena daya tahan kornet yang cukup lama, distribusinya juga bisa dilakukan ke berbagai wilayah pelosok Indonesia. Khususnya daerah Indonesia timur seperti pulau-pulau di Nusa Tenggara Timur, hingga pedalaman Papua.
Irvan mengaku jumlah kornet kurban yang diproduksi dan didistribusi RZ sejak tahun 2000 sudah mencapai jutaan kaleng. Setiap tahunnya, jumlah hewan kurban yang diolah menjadi kornet sekitar 5000 kambing dan 900 sapi. Dari jumlah itu bisa menghasilkan 200 ribu kaleng kornet kambing dan 252 ribu kaleng kornet sapi.
"Dengan cara ini, manfaat kurban bisa dirasakan sepanjang tahun," pungkas Irvan.