Iqbal Musyaffa
26 Agustus 2017•Update: 28 Agustus 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Setelah mengalami kebakaran sejak Jumat, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dikabarkan sudah dapat menanggulangi kobaran api di kawasan hutan pinus di kawasan Gampong Beungga, Pidie Aceh Sabtu.
Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan BPBA Pidie sudah melaporkan kondisi terakhir dan pihak BPBA tetap berjaga di lokasi kebakaran.
“Untuk mengatasi kebakaran ada sekitar 200 personil yang dikerahkan, mereka dari unsur masyarakat, TNI/Polri dan anggota BPBA,” kata Sutopo kepada Anadolu Agency di Jakarta, sabtu.
Bila sebelumnya tim meminta agar dilakukan Water Boombing untuk pemadaman, kini tindakan tersebut sudah tidak diperlukan lagi, tambahnya.
“Sekarang tinggal sisa api kecil saja,” kata Sutopo.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Anadolu Agency, kebakaran di kawasan hutan lindung Pidie terjadi pukul 17.00 Jumat sore waktu setempat dan ditengarai akibat pembakaran ranting pencari rotan. Hingga malam api makin membesar dan membakar kawasan hutan hingga seluas puluhan hektar.
Sayangnya Sutopo tidak memberikan keterangan jumlah kerugian yang ditimbulkan dari kebakaran di kawasan hutan lindung tersebut.
Meskipun kebakaran hutan di Aceh sudah padam, bukan berarti ancaman kebakaran hutan sudah mereda. Berdasarkan pantauan dari satelit Aqua, Terram dan SNNP pada hari ini masih terdapat 273 titik api dengan kategori sedang dan tinggi tersebar di seluruh pelosok tanah air.
Kebakaran hutan terparah yang melanda Indonesia terjadi di tahun 2015 dimana kabut asap akibat kebakaran juga menganggu Singapura dan Malaysia. Kerugian dari bencana tersebut mencapai IDR225 trilliun . Selain kerugian materi, kebakaran juga menyebabkan 24 orang meninggal dan ratusan orang mengalami penyakit saluran pernafasan.