Ayhan Simsek
18 Februari 2018•Update: 19 Februari 2018
Ayhan Simsek
MUNICH
Turki adalah mitra penting dalam perang melawan terorisme, kata Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere pada hari Sabtu.
Dalam pidatonya di Konferensi Keamanan di Munich, politisi konservatif menolak seruan oposisi untuk membatasi kerja sama keamanan dengan Turki.
"Turki tetap merupakan mitra penting NATO," kata de Maiziere, membela kebijakan pemerintah mengenai kerja sama yang erat antara Berlin dan Ankara.
"Kita juga harus mengerti bahwa Turki telah menderita dalam menghadapi terorisme lebih dari Jerman, dan mereka memiliki lebih banyak korban. Tentu saja, Turki adalah mitra kunci bagi kita dalam perang melawan terorisme," tegasnya.
Partai oposisi sayap kiri Jerman Die Linke telah mengkritik operasi kontra-terorisme "Operasi Ranting Zaitun" Turki di Suriah bagian barat laut dan menyerukan Jerman untuk membatasi kerja sama keamanan dengan Ankara, termasuk juga menangguhkan penjualan senjata ke Turki.
Sebelumnya pada Sabtu, Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan kepada peserta konferensi bahwa tindakan Turki melawan pejuang asing, kelompok teroris PYD / PKK dan Daesh di Suriah utara bertujuan menciptakan keamanan bagi Eropa.
Menurut Staf Umum Turki, Operasi Ranting Zaitun di Suriah barat laut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut serta untuk melindungi orang-orang Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.
Operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak pembelaan diri berdasarkan piagam PBB, dan penghormatan terhadap integritas wilayah Suriah, katanya.
Militer juga mengatakan bahwa hanya target teroris yang dihancurkan dan "perhatian sepenuhnya" diambil untuk menghindari korban dari warga sipil.