Pizaro Gozali İdrus
28 Januari 2019•Update: 29 Januari 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Indonesia mengecam serangan teror di Pulau Jolo, Filipina Selatan yang menyebabkan sejumlah korban jiwa dan luka-luka.
“Indonesia menyampaikan simpati dan duka cita mendalam kepada korban dan keluarga korban serta kepada Pemerintah Filipina,” rilis pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) pada Senin.
Konsulat Jenderal Indonesia di Davao City, Filipina Selatan terus memantau perkembangan situasi dan terus berkoordinasi dengan otoritas keamanan dan rumah sakit setempat.
Hingga saat ini, kata Kemlu, tidak ada informasi mengenai WNI yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
Kemlu menyampaikan Indonesia berkeyakinan Pemerintah Filipina akan menemukan pelaku teror tersebut dan menghukum sesuai ketentuan berlaku.
“Pemerintah Indonesia siap untuk memberikan bantuan, apabila diperlukan,” tambah rilis Kemlu.
Setidaknya 20 orang tewas dan lebih dari 100 warga sipil dan aparat keamanan terluka akibat bom ganda yang meledak di Gereja Jolo, Sulu pada Minggu.
Bom pertama meledak di dalam gereja Katedral Marian of Our Lady of Mount Carmel saat misa sedang berlangsung pada sekitar jam 8.45 waktu setempat.
Bom kedua meledak di tempat parkir Katedral saat pasukan keamanan berusaha mengatasi ledakan bom pertama.