Pizaro Gozali İdrus
27 September 2018•Update: 27 September 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Indonesia menegaskan peningkatan kerja sama antara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dengan organisasi internasional dan regional lainnya merupakan kunci dalam mengembangkan kemampuan mediasi OKI.
Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam pertemuan Contact Group (CG) Friends of Mediation OKI di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-73 di New York, Rabu.
Menurut Menteri Retno, pengembangan kemampuan mediasi bagi negara OKI sangat penting menyusul dinamika politik dan keamanan di kawasan saat ini.
Menteri Retno menegaskan Indonesia siap untuk bekerja sama dengan OKI untuk menciptakan ekosistem perdamaian dan stabilitas global melalui pengembangan culture of prevention yang memerlukan pembiasaan dialog.
“Mencegah lebih baik dari mengobati, prevention is better than the cure," tegas Menteri Retno.
Menteri Retno menyampaikan pembentukan grup dalam bidang perdamaian dan resolusi konflik ini perlu bersifat komplementer.
Contact grup ini juga perlu untuk saling melengkapi dengan mekanisme PBB Group of Friends of Mediation (FoM) yang telah aktif memberikan sejumlah masukan mengenai peace building dan peace sustaining terkait dengan mediasi.
Dalam kelompok tersebut, Indonesia telah aktif berpartisipasi sejak awal pendiriannya di tahun 2010.
“Mediasi merupakan salah satu sarana untuk mengimplementasikan resolusi konflik,” ujar Menteri Retno.
Upaya peningkatan kemampuan mediasi bagi negara OKI sejalan dengan inisiatif Indonesia yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo di sela-sela Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 tahun 2015 mengenai pembentukan OIC Contact Group on Peace and Conflict Resolution yang telah disahkan di KTT ke-13 OKI di Istanbul, Turki, tahun 2016.