Hayati Nupus
JAKARTA
Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mencatat hingga 19 Desember, terdapat 2.271 kejadian bencana di Indonesia tahun ini.
Kasus bencana tersebut masih didominasi banjir dengan 762 kejadian, longsor 693 kejadian dan puting beliung 596 kejadian.
“Longsor bencana paling mematikan, paling banyak menimbulkan korban jiwa,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho pada Kamis di Jakarta.
Sedang kebakaran hutan dan lahan, ujar Sutopo, terdapat 96 kejadian, gempa bumi 20 kejadian, kekeringan 19 kejadian, gelombang pasang 10 kejadian dan letusan gunung api 2 kejadian.
Keseluruhan bencana tersebut, ujar Sutopo, telah memakan 372 korban jiwa, sebanyak 156 di antaranya akibat bencana longsor.
Bencana tersebut, ujar Sutopo, kata mengakibatkan 3,45 juta orang mengungsi, 44,539 unit rumah dan 1.999 fasilitas umum rusak.
“Jutaan masyarakat Indonesia tinggal di daerah rawan dan sedang utnuk longsor, dengan kemampuan mitigasi minim. Implementasi tata ruang juga rendah,” ujar Sutopo.
Sebagian bencana tersebut, ujar Sutopo, terdapat di Pulau Jawa, terutama di Jawa Barat dengan 600 kejadian bencana, Jawa Tengah dengan 419 kejadian bencana dan Jawa Timur dengan 316 kejadian bencana.
Fenomena itu, ujar Sutopo, dikarenakan 59 persen penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa. Jumlah itu melampaui daya tampung Pulau Jawa dan ketika curah hujan tinggi, bencana banjir dan longsor menelan korban jiwa.
Indonesia rugi Rp30 triliun akibat bencana
Kerugian ekonomi yang dialami Indonesia karena ribuan bencana tersebut mencapai Rp30 triliun.
Kerugian terbesar diakibatkan oleh status Awas Gunung Agung, Bali, Rp11 triliun dan dampak siklon tropis Cempaka Rp1,13 triliun.
Sementara status awas Gunung Agung mengakibatkan 72.114 warga mengungsi di 240 titik pengungsian dan lesunya pariwisata di Bali.
Sedang siklon tropis Cempaka mengakibatkan banjir, longsor dan puting beliung di 28 wilayah di Indonesia yang menelan 41 korban jiwa.
Siklon Cempaka juga mengakibatkan 28.190 warga mengungsi.
Jumlah bencana tahun ini turun
Ketimbang tahun sebelumnya, ujar Sutopo, jumlah bencana 2017 menurun 4,7 persen.
Tahun 2016 terdapat 2.384 kejadian bencana. Jumlah korban jiwa juga menurun 36 persen dari 577 korban jiwa pada 2016.
Berkebalikan dengan jumlah pengungsi yang naik 9 persen tahun ini dari 86.64 menjadi 44.538 pengungsi.
“Upaya pengurangan resiko bencana dan mitigasi telah memberikan manfaat. Respon masyarakat Indonesia dalam menghadapi bencana juga meningkat signifikan,” kata Sutopo.
news_share_descriptionsubscription_contact

