Maria Elisa Hospita
20 Desember 2017•Update: 20 Desember 2017
Ahmed al-Masri dan Mohamed al-Samei
SANAA
Kelompok pemberontak Houthi di Yaman menembakkan rudal balistik ke ibu kota Arab Saudi, Riyadh, kata jaringan televisi milik Houthi, Al-Masira, Selasa.
Rudal diperkirakan ditujukan ke Istana Yamama, Riyadh, yang merupakan kediaman Raja Saudi Salman bin Abdulaziz.
"Rudal ditujukan ke pertemuan besar para pejabat rezim Saudi yang tengah digelar di istana," kata Al-Masira.
Meskipun Al-Masira mengatakan bahwa rudal tersebut "telah mencapai sasarannya", koalisi Arab pimpinan Arab Saudi - yang berperang melawan Houthi sejak 2015 - mengatakan bahwa rudal tersebut berhasil ditangkis sebelum mengakibatkan kerusakan.
"Pada pukul 01:39 [waktu setempat] koalisi pertahanan udara menemukan adanya rudal balistik yang ditembakkan mengarah ke istana dari wilayah Yaman," jelas juru bicara koalisi Turki al-Maliki.
"Rudal yang ditembakkan ke wilayah berpenduduk padat di Riyadh telah ditangkis dengan sistem antirudal Patriot tanpa menyebabkan kerusakan apapun atau korban jiwa," tambah al-Maliki.
Ia juga mengutuk tindakan "permusuhan dan tak bertanggung jawab yang dilakukan milisi Houthi yang didukung Iran".
Ini adalah rudal kedua yang ditembakkan dari Yaman Riyadh dalam dua bulan terakhir.
Pada 4 November, koalisi pimpinan Saudi mengumumkan telah berhasil menangkis rudal Houthi yang ditembakkan ke Bandara Internasional Raja Khalid, Riyadh.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran telah membantah tuduhan dari pejabat AS bahwa Teheran memasok Houthi dengan sistem rudal tercanggih, dan menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar dan provokatif.