Pizaro Gozali İdrus
30 Januari 2019•Update: 31 Januari 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Tidak ada hubungan sejauh ini antara serangan bom gereja di Sulu dan masjid di Zamboanga Mindanao barat daya 3 hari terpisah, kata Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana pada Rabu, lansir ABS-CBN.
Sedikitnya 21 tewas sementara sekitar 100 lainnya terluka ketika 2 bom pipa meledak di sebuah gereja Jolo di provinsi Sulu pada Minggu.
Tiga hari berselang, serangan granat terjadi di masjid Kota Zamboanga yang menewaskan 2 orang dan 4 lainnya luka-luka. Banyak dari korban adalah para ulama yang tengah terlelap.
“Kami belum melihat ada hubungan dari dua kejadian ini,” ujar Lorenzana mengatakan kepada wartawan di Camp Aguinaldo.
"Bahkan di masa lalu. Tidak ada masjid yang dibom sebagai pembalasan atas serangan di gereja," tambah dia.
Pemerintah Filipina sebelumnya menunjuk Abu Sayyaf sebagai dalang bom kembar di gereja Jolo.
Dalam kasus ledakan di Zamboanga, kepolisian setempat menyatakan dendam pribadi bisa menjadi motif serangan.
Para pelaku juga bisa memanfaatkan insiden Jolo untuk memperkeruh suasana, kata Kepolisian Zamboanga Emmanuel Licup.