Chandni
27 Maret 2018•Update: 27 Maret 2018
Mehmet Tosun, Mumin Altas
VARNA, Bulgaria
Presiden Turki pada Senin mengatakan Eropa akan melakukan "kesalahan besar" bila tidak mengikut sertakan Turki dalam kebijakan ekspansi.
"Itu akan menjadi kesalahan besar bagi Eropa, yang mengaku sebagai kekuatan global, bila mereka mendorong Turki keluar dari kebijakan ekspansi mereka," kata Recep Tayyip Erdogan pada sebuah konferensi pers di pertemuan Turki-Uni Eropa di Bulgaria.
"Operasi kami melawan terorisme bukan hanya untuk melindungi diri sendiri dan Suriah namun juga untuk keamanan Eropa," lanjutnya. "Kami sekarang mengharapkan dukungan yang kuat dari Eropa terkait hal-hal sensitif seperti perang melawan terorisme, dan bukan hanya wacana dan kritik."
"Saya harap bersama-sama kami bisa mengambil langkah pertama untuk membangun ulang rasa percaya antara UE dan Turki," kata presiden Turki itu.
Erdogan juga mengatakan sudah memberikan Dewan Eropa dokumen-dokumen yang diperlukan pada Februari lalu agar warga Turki bisa mengunjungi kawasan Eropa Schengen tanpa visa.
Kesepakatan pengungsi
Pada acara yang sama, Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker berjanji menjadi "penjamin" untuk kelanjutan negosiasi antara Turki dan UE.
Juncker memuji kesuksesan kesepakatan pengungsi Turki-UE yang menurutnya menunjukkan "bukti nyata".
Pada Maret 2016 silam, UE dan Turki mencapai kesepakatan untuk menindak keras pedagang manusia, menekan migrasi ilegal melalui Laut Aegean, dan memperbaiki kondisi hidup pengungsi Suriah di Turki.
Hubungan Turki-UE
Presiden Dewan Eropa Donald Tusk juga menyoroti kerja sama yang baik antara Turki dan Uni Eropa di sejumlah bidang, walaupun hubungan itu "sedang melalui masa-masa sulit".
"Kami sekali lagi memastikan kesediaan kami untuk terus berdialog, berkonsultasi, dan bekerja sama agar bisa melalui sejumlah tantangan dan melihat potensi kemitraan ini," terang Tusk.
Tusk berterima kasih kepada Turki atas pandangan mereka terhadap migrasi dan bantuan yang terus diberikan kepada pengungsi, hingga menampung lebih dari 3 juta pengungsi Suriah.
Pertemuan Uni Eropa-Turki itu dipimpin oleh Erdogan, Tusk, dan Juncker.
Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borisov menjadi tuan rumah karena jabatannya sebagai Ketua Dewan Eropa.