İqbal Musyaffa
15 September 2018•Update: 16 September 2018
Tolga Albay
ANKARA
Bank Eropa untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (EBRD) percaya pada pengembangan jangka panjang Turki.
Menurut Direktur Pengelola Bank EBRD di Turki, Arvid Tuerkner, negara tersebut adalah amplop investasi yang besar. EBRD telah beroperasi di Turki sejak 2009.
"Sejak 2009, Turki benar-benar menjadi kisah sukses bagi EBRD," kata Tuerkner, Kamis.
Dia menekankan bahwa 96 persen dari investasi bank di Turki dibuat di sektor swasta.
Tuerkner mengatakan bank memiliki profil investasi yang luas, dengan fokus khusus pada proyek infrastruktur dan energi terbarukan, serta perusahaan-perusahaan korporasi yang terlibat dalam memproduksi dan mengekspor produk.
“Kami telah menginvestasikan total mendekati €11 miliar (sekitar USD12,8 miliar) ke dalam proyek-proyek di Turki sejak 2009,” tambah dia.
Dia menyatakan bahwa EBRD adalah organisasi yang digerakkan oleh permintaan, dan mempertimbangkan selera investasi di Turki. Tuerkner mengatakan bank selalu siap membiayai proyek-proyek yang layak.
Tuerkner juga menyoroti peran bank dan lembaga keuangan Turki dalam menjangkau UKM (usaha kecil dan menengah) dan wanita dalam bisnis untuk membiayai proyek-proyek mereka.
Terkait fluktuasi pasar valuta asing baru-baru ini di negara tersebut, Tuerkner mengatakan bahwa EBRD percaya pada pasar Turki, dan terlepas dari keadaan yang sulit, bank terus melakukan bisnis di Turki.
“Periode saat ini adalah yang sulit bagi Turki, itu adalah lingkungan yang sangat tidak stabil. Terlepas dari itu, EBRD terus tetap terbuka untuk bisnis,” imbuh dia.
EBRD telah memberikan pinjaman sebesar €80 juta (hampir USD94 juta) untuk pembangunan jalur metro baru sepanjang 7,2 kilometer (4,4 mil) di Provinsi Izmir di Turki.
Bank ini sebelumnya memperpanjang lebih dari €55 juta (lebih dari USD64 juta) pembiayaan untuk kendaraan baru dalam sistem metro Izmir dan feri mobil baru untuk mendukung alternatif yang ramah lingkungan untuk jalan-jalan kota yang sibuk.
Pada tahun 2017 saja, EBRD menginvestasikan €1,6 miliar (sekitar USD1,8 miliar) di 51 proyek di negara tersebut. Hampir sepertiga dari pembiayaan ini disediakan dalam Turkish Lira.
*Jeyhun Aliyev berkontribusi untuk artikel ini dari Ankara