nasional

Din Syamsuddin temui Aung San Suu Kyi bahas Rohingya

Din meminta Myanmar untuk memberikan pengakuan dan hak kewarganegaraan bagi Muslim Rohingya

Pizaro Gozali İdrus   | 28.05.2018
Din Syamsuddin temui Aung San Suu Kyi bahas Rohingya Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar-Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) Prof Din Syamsuddin. (Bulent Doruk - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

Pizaro Gozali

JAKARTA

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin bertemu State Counsellor Myanmar Aung San Suu Kyi di Ibu Kota Myanmar, Pyi Pyi Twa.

Dalam pertemuan yang berlangsung Jumat lalu itu, Din yang merupakan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) menyampaikan perkembangan di Myanmar, terutama di Provinsi Rakhine, menimbulkan keprihatinan kawasan Asia Tenggara dan bahkan dunia.

“Tiada lain jalan lain untuk itu, kecuali mengembangkan koeksistensi damai dan pengakuan kewarganegaraan bersama bagi seluruh rakyat,” kata Din, dalam keterangan resminya, Senin.

Din meminta Myanmar untuk memberikan pengakuan dan hak kewarganegaraan bagi Muslim Rohingya.

Aung San Su Ki, kata Din, menyatakan Myanmar mengamalkan demokrasi. Oleh karena itu, Myanmar sangat menghargai hak-hak asasi manusia dan nilai-nilai demokrasi.

Masalah di Provinsi Rakhine dan wilayah-wilayah lain di Myanmar akan dapat diselesaikan dengan semangat perdamaian dan rekonsiliasi.

Dalam pertemuan itu, hadir pula para tokoh agama dunia. Tokoh agama itu antara lain Supreme Patriach Sri Langka, Supreme Patriach Kamboja, President of Risho Kosakai dari Jepang Rev Niwano (ketiganya adalah tokoh umat Buddha dunia), Bishop Gunnar Stalsett, tokoh Kristiani Eropa, Madame Vinu Aram, tokoh umat Hindu dari India, dan Rev Koichi Sugino, Wk Sekjen Religions for Peace Internasional dari New York, serta Din Syamsuddin.

Selain itu, hadir pula President of Asian Conference on Religions for Peace/ACRP bersama para tokoh lintas agama Myanmar. Para tokoh itu kemudian menyampaikan surat hasil dari Konsultasi Tingkat Tinggi, yang diadakan di Yangon.

Surat itu berisikan ajakan Myanmar agar menyelesaikan konflik bernuansa agama dan etnis di Myanmar dengan semangat kemanusiaan, perdamaian, dan rekonsiliasi.

"Su Kyi menerima dengan senang hati surat tersebut, termasuk usulan delegasi untuk adanya Konferensi Internasional tentang Myanmar pada Oktober 2018, yang diharapkan dapat jadi tonggak masalah Myanmar," kata Din.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın