Maria Elisa Hospita
27 Desember 2018•Update: 28 Desember 2018
Muhammet Emin Avundukluoglu
ANKARA
Salah satu anggota parlemen Turki dari partai yang berkuasa menyatakan bahwa Ankara memainkan peran penting dalam menggagalkan upaya kudeta tahun 2016.
"Pada 15 Juli, parlemen kami menerima gelar Ghazi untuk kedua kalinya," ujar Nevzat Ceylan dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AK), merujuk pada tanggal upaya kudeta di Turki.
Organisasi Teroris Fetullah (FETO) dan pemimpinnya yang berbasis di Amerika Serikat, Fetullah Gulen, merancang kudeta 15 Juli 2016, yang menyebabkan 251 orang tewas dan hampir 2.200 luka-luka.
Di Ankara saja, upaya kudeta itu menyebabkan 55 orang tewas dan melukai 800 lainnya.
Turki menuding FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi-institusi Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan.