Muhammad Nazarudin Latief
06 Juli 2018•Update: 06 Juli 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Sebanyak 4.855 jiwa warga sekitar Gunung Agung di Provinsi Bali hingga Jumat mengungsi ke 50 titik selama peningkatan aktivitas vulkanik gunung tersebut.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan mereka mengungsi secara mandiri, saat gunung tersebut melontarkan lava atau batu pijar beberapa hari lalu.
“Mereka tinggal di luar zona berbahaya. Tapi mereka memilih mengungsi agar merasa aman,” ujar Sutopo dalam akun Twittter resminya, baru-baru ini.
Erupsi terakhir gunung ini terjadi pada Kamis pukul 16.33 Wita dengan menyemburkan material vulkanik setinggi 2.800 meter. Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dorongan magma ke permukaan masih berlangsung, sehingga potensi erupsi susulan dipastikan masih ada, namun hanya letusan kecil.
“Status gunung masih siaga. Bali aman.”
Pagi ini, kata Sutopo terpantau sebaran abu vulkanik tipis dari Gunung Agung mengarah ke timur memasuki wilayah Nusat Tenggara Barat (NTB). Semua bandara aman dan beroperasi normal, baik di Bali, Lombok, Banyuwangi maupun Jember.
Kamis lalu, Menteri ESDM Ignasiun Jonan mengunjungi Bali, tepanya ke Pos Pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang, Kabupaten Karangasem.
Menurut Menteri Jonan, pemerintah terus melakukan pemantauan aktivitas gunung ini sehingga dapat memberikan perkiraan atas potensi aktivitasnya.
“Pusat vulkanologi bisa memberikan prediksi potensi aktivitas gunung api dalam jangka waktu tertentu, misalnya 12 jam, 24 jam dan sebagainya. Kalau persis erupsinya sendiri kita tidak bisa tahu kapan akan terjadi," jelas Jonan.
Dari pengamatan pemerintah, erupsi Gunung Agung akan tetap terjadi dari waktu ke waktu. Namun Jonan menegaskan bahwa deformasi yang terjadi pada Gunung Agung sangat kecil, sehingga tidak terjadi letusan yang melebihi radius 4 kilometer (Km).
"Deformasinya sangat kecil sekali, sehingga tidak akan terjadi letusan yang sangat besar yang bisa mencapai radius di luar 4 Km," tegasnya.
Berdasarkan foto satelit lava di dalam kawah teramati sangat cair. Jika lava berjenis cair, maka potensi bahayanya relatif rendah.
“Kalau mengental terus tekanannya besar di bawah, itu bisa sangat berbahaya sekali," ujar dia.
Menteri Jonan mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 km dari puncak gunung. Di luar area tersebut aktivitas dapat berjalan dengan normal dan masih tetap aman, dengan tetap menjaga kewaspadaan.