Hayati Nupus
04 Agustus 2018•Update: 05 Agustus 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Sebanyak 15 orang Anak Buah Kapal (ABK) korban tabrakan kapal Korea Selatan di sebelah tenggara perairan Hokkaido, Jepang, telah kembali ke Indonesia, Jumat malam.
Ke-15 ABK tersebut mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, dengan tiga kloter penerbangan, yaitu menggunakan pesawat Cathay Pacific pada pukul 13.05 dan 19.40 WIB, serta China Airlines pukul 13.10 WIB.
Mereka adalah Inuhan Bastian (22 tahun), Hendri (31 tahun), Saroni (27 tahun), Sutirno Muhamad Rendy (21 tahun), Sarimanella Riwildo (24 tahun), Maulana Haris (21 tahun), Pattiapon Dollans (22 tahun), Waly (27 tahun), Sokeh (29 tahun), Pranara Ari Dona (23 tahun), Pratomo Dede (27 tahun), Idris (28 tahun), dan Riyanto Pani (20 tahun), Madi Sangid Bn Sarga (26 tahun) dan Adi Imam Soleh Ibrohim (25 tahun).
Wakil Kepala Perwakilan RI Seoul Siti Sofia Sudarma menyatakan bersyukur bahwa seluruh ABK tersebut sampai ke tanah air dalam kondisi selamat.
“Alhamdulillah, semoga setelah berkumpul kembali dengan keluarga mereka bisa segera melupakan trauma kecelakan dan segera mendapatkan pekerjaan baru, ujar Sofia, yang turut melepas keberangkatan ABK tersebut di Bandara Gimhae, Busan, Korea Selatan, dalam siaran pers, Sabtu.
Sofia mengatakan seluruh ABK tersebut telah memperoleh gaji, kompensasi barang-barang ABK, berikut tiket kepulangan ke Indonesia.
Sofia juga mengatakan jika agen pengirim ABK, yaitu PT Cimco Citra Mandiri, PT. Novo, PT. Nurindo dan PT. Top Ocean People berjanji untuk membayar sisa hak sekembalinya mereka ke Indonesia.
Seluruh ABK, kata Sofia, kembali ke rumah masing-masing dengan biaya pemerintah dana gen TKI.
Tabrakan kapal longline “803 Tongyeongho” dan "101 Keumyangho” terjadi di sekitar 67 mil sebelah tenggara Hokkaido pada 26 Juli 2018 pukul 07.30 waktu Korea.
Tabrakan tersebut mengakibatkan kapal “101 Keumyangho” yang bermuatan 18 ABK WNI itu tenggelam. Sebanyak 15 orang selamat, sementara tiga lainnya masih hilang.
KBRI Seoul tengah berupaya agar otoritas Korsel untuk memenuhi hak-hak tiga ABK hilang tersebut.