Shenny Fierdha Chumaira
18 Desember 2017•Update: 18 Desember 2017
Shenny Fierdha Chumaira
JAKARTA
Pemerintah memprediksi kenaikan jumlah pemudik sebesar 10 persen selama libur panjang Natal dan Tahun Baru 2018, terutama pemudik yang menggunakan moda kereta api dan pesawat.
Oleh karena itu, ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pemerintah akan menambah persediaan slot kereta api sebanyak 5 persen sementara slot pesawat akan ditambah 5 persen pula.
Sejauh ini, Menteri Budi mengatakan, bahwa belum ada maskapai penerbangan yang meminta izin untuk mengadakan penerbangan tambahan (extra flight) untuk mengangkut para pemudik.
Maskapai-maskapai penerbangan, ujar Menteri Budi, diprediksi akan menggunakan pesawat berbadan lebar (wide body) yang memungkinkan terangkutnya penumpang dalam jumlah besar.
Selain itu, Menteri Budi pun mengatakan, penumpukan pemudik akan terjadi pada 22-24 Desember.
"Makanya saya himbau mudiknya sebelum tanggal 22 Desember 2017," kata Menteri Budi di Jakarta, Senin.
Guna menciptakan kelancaran arus lalu lintas terutama di jalan tol, Menteri Budi mengatakan bahwa Kementerian Perhubungan akan melimpahkan kewenangan kepada Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk mengatur kebijakan buka-tutup pintu tol maupun kebijakan lainnya terkait kelancaran jalan tol.
Kendaraan berat seperti truk pun diimbau untuk tidak beroperasi di beberapa ruas jalan tol dan jalan nasional pada 22-23 Desember dan 29-30 Desember karena dikhawatirkan akan menimbulkan kemacetan.
"Ini imbauan ya, bukan larangan. Tapi kalau sampai membuat macet, kita akan alihkan kendaraan berat itu ke jalur Pantai Utara," kata Menteri Budi.
Menteri Budi juga mengatakan bahwa Kementerian Perhubungan telah meminta bantuan ke Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) untuk menyediakan sejumlah armada kapal tambahan yang bisa digunakan untuk mengangkut penumpang, jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan penumpang kapal laut.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani mengatakan aktivitas proyek di ruas tok Jakarta-Cikampek akan dihentikan pada 23 Desember 2017 - 2 Januari 2018.
"Dengan demikian, diharapkan ruas tol Jakarta-Cikampek akan lebih lancar," kata Desi.