Muhammad Nazarudin Latief
23 April 2021•Update: 23 April 2021
JAKARTA
Tunjangan Hari Raya diperkirakan akan menambah uang yang beredar di masyarakat hingga Rp150 triliun, hingga mampu mengungkit Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 1 persen, ujar Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Airlangga Hartarto, Jumat.
Pemerintah menurut dia akan segera membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk aparatur sipil negara, anggota TNI, Polisi dan pensiunan.
Pemerintah juga sudah mewajibkan para pengusaha untuk membayarkan THR tahun ini pada para pekerja.
“Total THR itu mendekati 1 persen dana yang beredar di masyarakat,” ujar dia dalam konferensi pers, Jumat.
Pemerintah menurut dia juga akan mendorong kegiatan belanja online, dengan memberikan subsidi ongkos kirim.
Pemerintah sudah membicarakan hal ini dengan platform e-commerce dan mereka ingin berkontribusi, ujar Menteri Airlangga
“Nanti sistemnya beberapa platform akan menanggung sendiri ongkos kirimnya, mana yang ditanggung pemerintah,” ujar dia.
--Insentif industri retail
Pemerintah menurut dia juga akan memproses usulan dari asosiasi industri retail, pengelola mal dan pasar yang ingin mendapatkan insentif seperti pada industri otomotif maupun properti.
“Ini sedang dikaji secara lebih dalam dan dalam waktu singkat nanti akan diumumkan,” ujar dia.
Pemerintah menurut dia akan memberikan insentif untuk menambah modal kerja bagi perusahaan di sektor retail, hotel, restoran dan café di tengah pandemi Covid-19 ini.
Sektor ini menurut dia akan mendapatkan modal kerja dan bisa melakukan restrukturisasi utang untuk periode tiga tahun.
“Silahkan berbicara dengan perbankan, dengan Himbara maupun Perbanas,” ujar dia.
Pemerintah menurut dia akan melakukan monitoring secara detail satu persatu terhadap pengajuan restrukturisasi dari perusahaan.
Menurut Menteri Airlangga, konsumsi masyarakat hingga April sudah menunjukkan peningkatan pesat.
Dari berbagai data monitor pembiayaan perbankan, terjadi kenaikan belanja pada April hingga 32,48 persen, dibanding Februari yang masih berada pada zona nol.
Angka ini juga sejalan dengan indeks keyakinan konsumen dan pergerakan pada sektor industri yang tercermin dari kenaikan indeks Purchasing Manufacture Indeks (PMI).
“Dari dua indikator tersebut menunjukkan bahwa telah terjadi perbaikan dari sisi konsumsi sebagai akibat insentif PPNBM untuk industri otomotif maupun PPN untuk properti,” ujar dia.