Iqbal Musyaffa
15 April 2020•Update: 16 April 2020
JAKARTA
Sepanjang Januari hingga Maret 2020 Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar USD2,62 miliar berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan surplus tersebut berasal dari total ekspor sepanjang Januari-Maret sebesar USD41,78 miliar sementara impor Januari-Maret sebesar USD39,16 miliar.
“Kondisi ini jauh lebih baik dari Januari-Maret 2019 yang mencatatkan defisit USD62,8 juta,” jelas Suhariyanto dalam telekonferensi di Jakarta, Rabu.
Defisit pada tahun lalu berasal dari total ekspor Januari-Maret sebesar USD40,6 miliar sementara impor USD40,66 miliar.
Dia mengatakan kondisi ini menjadi kabar gembira di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian akibat penyebaran virus korona.
Sepanjang tahun ini, Indonesia telah meraih dua kali surplus yakni pada Februari sebesar USD2,51 miliar dan Maret USD743,3 juta, sementara satu kali defisit pada Januari sebesar USD0,64 miliar.
“Namun, kondisi perdagangan tahun ini perlu dicermati pada pergerakan impor bahan baku dan barang modal karena akan memengaruhi pergerakan di sektor industri, perdagangan, dan investasi,” lanjut Suhariyanto.