Iqbal Musyaffa
15 April 2020•Update: 16 April 2020
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan total nilai impor Indonesia pada Maret mencapai USD13,35 miliar.
Jumlah tersebut meningkat 15,6 persen dari impor Februari yang sebesar USD11,55 miliar, namun turun 0,75 persen dari Maret 2019 yang sebesar USD13,45 miliar.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan impor Maret 2020 terdiri dari impor migas sebesar USD01,61 miliar dan impor nonmigas sebesar USD11,74 miliar.
“Pada bulan Maret terjadi peningkatan impor barang konsumsi baik secara bulanan ataupun tahunan,” ujar Suhariyanto dalam telekonferensi di Jakarta, Rabu.
Dia menjelaskan impor barang konsumsi pada Maret sebesar USD1,27 miliar, meningkat 43,8 persen secara bulanan akibat peningkatan impor senjata dan amunisi serta bagiannya yang menjadi impor rutin tahunan untuk pertahanan dan keamanan.
Selain itu, terjadi juga peningkatan impor buah-buahan pir dari China dan bawang putih dari Australia.
“Bila dilihat secara tahunan, terjadi peningkatan impor barang konsumsi sebesar 10,66 persen dari Maret 2019,” tambah dia.
Selanjutnya, pada impor bahan baku/penolong di bulan Maret tercatat sebesar USD10,28 miliar yang meningkat 16,34 persen secara bulanan dan 1,72 persen secara tahunan akibat peningkatan impor portable receiver untuk telefon genggan dan alat elektronik.
Kemudian pada impor barang modal yang sebesar USD1,8 miliar turun 1,55 persen secara bulanan dan juga turun 18,07 persen secara tahunan.
“Komposisi impor tidak banyak berubah, 77,01 persen berasal dari impor bahan baku/penolong, 13,49 persen barang modal, dan 9,5 persen barang konsumsi,” urai Suhariyanto.