İqbal Musyaffa
25 Juni 2018•Update: 25 Juni 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Perekonomian global masih akan tumbuh positif di negara maju dan juga berkembang, kata Menteri Keuangan Indonesia, Senin.
“AS memiliki kinerja ekonomi yang menjanjikan sebagai hasil kebijakan fiskal dan optimisme yang muncul. Pertumbuhan ekonomi AS meningkat dan penangguran 3,8 persen yang memicu normalisasi oleh the Fed,” jelas Menteri Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan.
Ekonomi dunia secara keseluruhan, menurut dia, juga positif. Ini terlihat dari indeks perdagangan internasional dan manufaktur.
Meski begitu, sebut dia, optimisme ekonomi dunia masih dihantui oleh gejolak dari sektor keuangan yang cukup tinggi karena arah kebijakan moneter AS yang menuju pada kenaikan suku bunga atau yang AS sebut kembali pada era normal.
“Hal itu juga dibarengi kebijakan dagang protektif yang tadinya hanya retorika sekarang jadi action keputusan pengenaan tarif AS ke Tiongkok yang kemudian dibalas dan juga kepada partner G7-nya,” urai dia.
Kondisi tersebut, menurut Menteri Sri, menyebabkan sentimen global yang sangat negatif. Kenaikan harga komoditas seperti minyak juga memberikan tekanan terhadap munculnya pelemahan ekonomi.
Ekonomi global masih dibayangi oleh kenaikan suku bunga AS, kata Menteri Sri. Kenaikan harga komoditas minyak dan gas, serta ketidakpastian perdagangan global inilah yang menyebabkan pelemahan ekonomi dunia, sebut dia.