Rhany Chairunissa Rufinaldo
26 Juni 2019•Update: 26 Juni 2019
Busranur Begcecanli
ANKARA
Saudi Aramco menandatangani 12 kesepakatan senilai miliaran dolar dengan perusahaan besar Korea Selatan, perusahaan energi Arab Saudi itu mengumumkan pada Rabu.
Menurut pernyataan perusahaan, perjanjian tersebut bertujuan untuk memperkuat hubungan, memperluas operasi internasional dan mendukung keamanan energi kawasan itu dengan perluasan pasokan minyak mentah Arab ke pasar Asia.
Raksasa minyak Saudi itu mengatakan kesepakatan multi-miliar dolar yang ditandatangani dengan perusahaan-perusahaan Korea Selatan, termasuk Hyundai Oilbank, Korea National Oil Corporation dan lainnya, merupakan bagian dari strategi hilirisasi dan diversifikasi jangka panjang Saudi Aramco.
“Karena perusahaan Korea memainkan peran penting dalam pengembangan pertumbuhan lepas pantai hulu Saudi Aramco, mereka telah pindah ke sektor lain yang cocok dengan strategi diversifikasi Saudi Aramco,” kata Presiden dan CEO Saudi Aramco Amin Nasser.
"Perjanjian hari ini menandai era baru kerja sama dengan mitra Korea kami yang akan memainkan peran yang semakin penting dalam strategi kami untuk memanfaatkan inisiatif baru yang mencakup pasokan energi jangka panjang, pengembangan maritim dan infrastruktur serta terobosan penelitian dan pengembangan di bidang otomotif, minyak mentah untuk bahan kimia dan sektor non-logam,” tambah Nasser.
Sejalan dengan kesepakatan penjualan minyak mentah, Saudi Aramco akan memasok minyak mentah Arab ke Hyundai Oilbank yang berbasis di Korea Selatan, sementara Aramco Trading Company akan memasok minyak mentah non-Arab ke perusahaan Korea berdasarkan perjanjian minyak mentah.
Perjanjian lain yang ditandatangani dengan Korea National Oil Corporation akan memungkinkan perusahaan Saudi untuk mengeksplorasi potensi penyimpanan minyak mentah di negara itu untuk melengkapi kegiatan pemasaran dan pasokannya.
Kerja sama antara Arab Saudi dan Korea Selatan secara bertahap mendapatkan momentum selama pemerintahan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.
Putra Mahkota tiba di Seoul pada Rabu untuk babak pertama kunjungan resminya ke Korea Selatan dan Jepang.
Selama pembicaraan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Mohammed bin Salman menekankan peningkatan kemitraan strategis antara kedua negara di beberapa bidang, termasuk energi.
Arab Saudi, yang mengekspor sekitar 187.000 barel minyak mentah per hari ke Korea Selatan pada paruh pertama 2019, adalah pemasok minyak utama negara itu.