Muhammad Nazarudin Latief
11 Agustus 2018•Update: 12 Agustus 2018
Elena Teslova
MOSKOW
Moscow akan mempertimbangkan sanksi baru AS dalam bidang keuangan sebagai “deklarasi perang ekonomi,” ujar Perdana Menteri Rusia, Jumat.
“Lebih lanjut berbicara tentang sanksi, saya tidak ingin berkomentar. Tapi saya dapat mengatakan satu hal, jika semacam larangan aktivitas bank atau menggunakan ini atau mata uang itu diikuti, ini dapat menjadi deklarasi perang ekonomi," Dmitry Medvedev mengatakan pada pertemuan karyawan Cagar Alam Kronotsky.
“Dan pada perang ini, kita akan menyikapi secara ekonomi, politik dan jika perlu metode lain. Teman Amerika kita harus tahu itu.”
Pada Rabu, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan niatnya untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia atas keracunan mantan agen Rusia Sergei Skripal dan putrinya Yulia Skripal pada Maret di Kota Salisbury, Inggris selatan.
Di antara sanksi itu, adalah penangguhan kemampuan maskapai penerbangannya Aeroflot untuk melayani tujuan AS, penurunan dalam hubungan bilateral, dan pemotongan efektif semua impor dan ekspor.
Sanksi tersebut diperkirakan akan berlaku sekitar 22 Agustus setelah periode pemberitahuan kongres.