Barry Eite
02 Februari 2018•Update: 02 Februari 2018
Barry Eite
SAN FRANCISCO
Departemen Energi Amerika Serikat (AS) pada Rabu mengumumkan bahwa produksi minyak di AS mencapai 10 juta barel per hari untuk pertama kalinya dalam 48 tahun.
Laporan bulanan dari Administrasi Informasi Energi (EIA) menyebutkan, produksi minyak AS pada November 2017 rata-ratanya mencapai 10,038 juta barel per hari, atau naik 384ribu barel per hari dibanding dengan Oktober.
Jumlah tersebut mendekati rekor yang dicapai pada November 1970, yaitu rata-rata 10,044 juta barel per hari.
AS kini menjadi salah satu produsen minyak terbesar di dunia, bersama dengan Arab Saudi dengan 10,6 juta barel per hari, dan Rusia 11 juta barel per hari.
Kedua negara tesebut telah sepakat mengurangi jumlah produksi untuk menaikkan harga.
EIA memperkirakan produksi minyak AS akan mencapai rata-rata sekitar 10,8 juta barel per hari pada 2019, dan 11 juta barel per hari pada November 2019. Jika prediksi ini terbukti, maka AS akan mengungguli Arab Saudi dan Rusia untuk pertama kalinya sejak 1975.
Peningkatan jumlah produksi AS disebabkan karena semakin banyak perusahaan mengebor minyak serpih sejak harga minyak melonjak 10 tahun lalu.
Banyak negara memperkirakan situasi pasar minyak internasional akan berubah drastis dalam lima tahun ke depan, karena AS terus meningkatkan produksinya, sementara negara-negara lain melambat.
AS masih menjadi importir utama minyak mentah. Laporan EIA menunjukkan bahwa AS mengimpor rata-rata 8 juta barel per hari selama Januari.