Chandni
17 Februari 2018•Update: 18 Februari 2018
Barry Eitel
SAN FRANCISCO
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pada Jumat mengatakan 22 anak-anak di AS tewas karena flu dalam kurun waktu seminggu hingga 10 Februari.
Terekam sejak wabah flu mulai pada Oktober 2017, sebanyak 84 anak-anak menjadi korban virus itu, kata CDC.
Namun setelah kematian anak-anak tragis itu, CDC mengatakan sudah melihat tanda-tanda bahwa gelombang terburuk penyebaran virus flu itu telah mencapai puncaknya dan akan membaik.
Pekan lalu, jumlah pasien flu yang masuk rumah sakit menjadi 68 orang per 100.000 penduduk. Setiap satu dari 13 kunjungan dokter adalah karena adanya gejala flu.
Wabah flu ini menjadi yang terburuk sejak 2015 dan menurut CDC, hampir sama banyaknya dengan jumlah penderita "flu babi" yang terjadi pada 2008-2009.
Namun CDC belum secara resmi mengatakan wabah flu tahun ini sudah berakhir.
"Masih terlalu dini bagi kami untuk memastikan akhir dari wabah flu," kata juru bicara CDC Kristen Nordlund lewat sebuah pernyataan. "Kami harus mempelajari data lebih lanjut, namun tentu kami berharap akan segera berakhir."
Hingga kini terdapat 37 negara bagian AS yang terjangkit wabah flu berat, termasuk Puerto Rico dan Washington DC.
Sebelumnya, pada Kamis CDC mengatakan vaksin flu yang digunakan saat ini bisa mencegah penyakit flu hingga 36 persen pada orang dewasa dan hingga 59 persen pada anak-anak. Namun khusus untuk jenis virus influenza A H3N2, vaksin itu hanya 25 persen efektif.