İqbal Musyaffa
03 Juli 2019•Update: 03 Juli 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Konsultan properti Colliers International mengungkapkan penurunan turis asal China menyebabkan penurunan okupansi hotel di Bali.
Senior Associate Director Colliers International Ferry Salanto menjelaskan hantaman terhadap okupansi hotel terasa khususnya pada hotel yang memiliki pasar turis China terbesar.
Dia mengatakan okupansi hotel di Bali pada bulan Juni di kisaran 60 persen sementara pada tahun lalu berada di kisaran 70 persen.
Ferry mengungkapkan jumlah turis China yang berkunjung ke Bali pada periode Januari-Maret tahun ini sebanyak 1.342.882 orang berkurang 3 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Dia menjelaskan penurunan ini akibat adanya upaya dari pemerintah Bali dan pelaku pariwisata setempat untuk mengontrol aksi dari rombongan turis China yang berkunjung ke Bali menggunakan paket wisata berharga murah sehingga tidak memberikan keuntungan bagi pelaku pariwisata Bali yang disebut Zero Dollar Tour.
Ferry mengatakan meskipun praktik Zero Dollar Tour ini terlihat seperti menguntungkan turis, namun pada nyatanya tidak menguntungkan bagi industri pariwisata.
Dia menjabarkan pada praktik ini para turis mengikuti jadwal turis yang ditentukan agen wisata selama di Bali. Agen tersebut kemudian menerapkan praktik monopoli dengan cara hanya membawa turis berbelanja pada tempat yang sudah ditentukan dan dirancang oleh agen wisata asal China tersebut.
Toko tempat berbelanja tersebut sudah terafiliasi dengan agen wisata yang menawarkan paket Zero Dollar Tour.
Harga yang ditawarkan pada toko tersebut terlihat lebih mahal dan hanya bisa dibayar dengan cara nontunai menggunakan aplikasi asal China sehingga tidak ada pertukaran uang dan devisa yang masuk untuk pelaku pariwisata di Bali.
“Ini berarti transaksi terjadi di Indonesia namun uangnya langsung pergi ke China,” urai dia dalam laporannya, Rabu.
Ferry menambahkan meskipun kunjungan turis China jadi yang terbesar ke Bali sejak 2017, tetapi justru membuat pelaku wisata Bali menderita,” jelas Ferry.
Meski begitu, Ferry menambahkan masih banyak turis China yang berkunjung ke Bali secara individual tidak melalui rombongan yang biasa disebut free dan independent travelers (FITs).
“Walaupun ada penurunan turis asal China, tetapi Bali masih bisa berharap dari kunjungan turis Eropa dan Australia yang menikmati liburan musim panas pada Juni,” tambah Ferry dalam laporan tersebut.