Ovunc Kutlu
02 Mei 2018•Update: 02 Mei 2018
Ovunc Kutlu
NEW YORK
Perusahaan raksasa teknologi Amerika Serikat Apple menyaksikan penjualan iPhone yang terjatuh jauh dari target pada kuartal kedua, menurut laporan laba yang dirilis Selasa.
Total penjualan model iPhone selama periode Januari-Maret turun hingga 32 persen menjadi 52,2 juta unit dari 77,3 juta unit pada periode Oktober-Desember tahun lalu.
Apple memperkenalkan iPhone 8 dan iPhone 8 Plus pada 22 September tahun lalu dan smartphone termahalnya, iPhone X, pada 3 November.
Meskipun harga awal iPhone X dijual dari USD1.000, namun pendapatan dari total penjualan iPhone turun 38 persen menjadi USD38 miliar dari USD61.6 miliar selama periode tersebut.
Taiwan Semiconductor Manufacturing Company, pemasok utama untuk iPhone, melaporkan pada 19 April bahwa ada sedikit permintaan untuk chipset smartphone.
Pada 19 dan 20 April, Apple mengalami penurunan hingga 6,8 persen untuk harga sahamnya di New York Stock Exchange, yang menghapus USD63,3 miliar dari nilai pasarnya.
Tetapi saham Apple naik 4,3 persen dalam perdagangan setelah jam after-hour pada Selasa karena peningkatan laba bersih dan pendapatan tahun ke tahun.
Selama periode Januari-Maret tahun ini, Apple melihat laba bersihnya tahunannya naik 15,5 persen menjadi USD61,1 miliar, sementara pendapatan melonjak 25,5 persen menjadi USD13,8 miliar.