İqbal Musyaffa
19 Februari 2018•Update: 19 Februari 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan penetrasi penggunaan aplikasi perbankan oleh masyarakat Indonesia masih sangat rendah, hanya 7,39 persen.
Sekretaris Jenderal APJII Henri Kasyfi Soemartono mengatakan, hampir seluruh pengguna internet di Indonesia mengakses layanan aplikasi percakapan (chatting) dengan persentase 89,35 persen serta sosial media dengan 87,13 persen.
Masih rendahnya penetrasi layanan perbankan digital, menurut Henri, masih bisa ditingkatkan oleh para pelaku jasa keuangan perbankan.
“Ini khususnya tugas perbankan untuk bisa memanfaatkan pengguna internet sejumlah 143,26 juta jiwa melalui pengembangan aplikasi digital perbankan,” ujar dia di Jakarta, Senin.
Menurut dia, sektor perbankan dapat mengurangi investasi yang bersifat berat (hard) dengan mengembangkan layanan digital perbankan sehingga dapat meningkatkan profitabilitas perbankan.
“Memang angka pengguna aplikasi digital perbankan masih kecil. Tapi masih berpotensi untuk dikembangkan,” aku Henri.
Pengembangan layanan digital perbankan menurut dia memang sangat tergantung dengan regulasi yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Oleh karena itu, menurut Henri, APJII akan mengajak otoritas perbankan untuk membicarakan potensi yang ada berdasarkan survei penetrasi internet.
“Perbankan perlu mengembangkan berbagai layanan keuangan melalui aplikasi digital yang selama ini hanya bisa dilakukan melalui mesin ATM,” tambah dia.
Dari seluruh total pengguna internet tahun 2017, menurut Henri, hanya 17,04 persen pengguna yang menggunakan internet untuk melakukan transaksi perbankan.
“Sebagian besar aktivitas ekonomi melalui internet adalah untuk mengecek harga produk dengan persentase 45,14 persen,” imbuh dia.
Sementara itu, meskipun sektor e-dagang (e-commerce) dianggap sangat berkembang, namun baru 32,19 persen masyarakat yang menggunakan internet untuk membeli barang melalui digital. Sementara hanya 16,83 persen pengguna internet yang menjual barangnya secara daring.