Ekonomi, Nasional

Indonesia susun strategi percepat penanganan kemiskinan

Risma mengatakan pemerintah fokus pada program menekan pengeluaran keluarga miskin dan rentan

Adelline Tri Putri Marcelline   | 22.09.2021
Indonesia susun strategi percepat penanganan kemiskinan Warga melakukan aktivitas sehari di inggir rel kereta api di Jakarta, Indonesia pada Senin 20 Juli 2020. Badan Pusat Statistik ( BPS) menyatakan jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2020 meningkat 1,63 juta orang, hal ini dikarenakan pandemi virus korona yang melanda Indonesia sejak awal Maret 2020 berdampak pada perubahan perilaku, aktifitas ekonomi dan pendapatan penduduk. ( Eko Siswono Toyudho - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA

Kementerian Sosial tengah menyusun strategi untuk mengakselerasi penanganan kemiskinan.

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan bahwa secara umum, strategi tersebut bertumpu pada dua pilar utama yakni meningkatkan pendapatan dan mengurangi pengeluaran.

Risma menyatakan peningkatan pendapatan dilakukan dengan memberikan kesempatan kerja atau meningkatkan kemampuan kewirausahaan kepada ibu atau bapak dalam rumah tangga.

“Dengan demikian, dalam keluarga tersebut pasangan suami istri sama-sama memiliki kegiatan produktif,” kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu.

Dia menyampaikan pemerintah juga fokus pada program untuk menekan pengeluaran keluarga miskin dan rentan seperti pengeluaran sehari-hari yang menyangkut kebutuhan sandang, pangan dan papan.

Kata dia, program tersebut yakni dengan memberikan bantuan sosial yang mencakup kebutuhan pokok atau sembako, kesehatan serta pendidikan.

Risma menjelaskan untuk meningkatkan pendapatan, pihaknya juga menghubungkan penerima manfaat yakni pemulung, gelandangan dan pengemis dengan dunia kerja, melalui peningkatan kewirausahaan sosial.

Dia menuturkan untuk mengurangi biaya sekolah serta perawatan kesehatan ibu hamil dan balita, pihaknya melibatkan keluarga miskin dengan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Dalam PKH ada komponen anak sekolah, pemeriksaan kesehatan untuk ibu hamil dan balita,” ucap Risma.

​​​​​​​Di samping PKH, lanjut dia, ada juga Program Bantuan Sosial Tunai (BST) juga untuk meningkatkan daya beli penerima manfaat.

Menurut Risma, kedua bantuan sosial itu memberikan bantuan dana kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Sementara Program Kartu Sembako/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) disalurkan untuk pemenuhan kebutuhan pokok, ucap dia.

Meski demikian, dia menjelaskan dua strategi tersebut disusun dengan latar belakang pemikiran bahwa kebijakan percepatan penanganan kemiskinan tidak bisa berjalan tanpa titik akhir.

Dia menyatakan untuk mencapai target, pihaknya perlu menyiapkan daya ungkit program.

“Kalau dia sehat dan mampu secara fisik, maka bisa diberikan akses kepada dunia kerja maupun dengan meningkatkan kemampuan vokasional,” tutur Risma.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.