Iqbal Musyaffa
24 Agustus 2017•Update: 25 Agustus 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Kawasan Asia Timur dan Amerika Latin memiliki potensi besar untuk penetrasi pasar. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Nasir, Kamis, mengatakan bahwa 16 negara Asia Timur dan 20 negara Amerika Latin yang tergabung dalam Forum Kerja Sama Asia Timur dan Amerika Latin (FEALAC, “Memiliki 40 persen dari total populasi dunia, atau sekitar 3 miliar orang,” urainya.
Kedua kawasan ini, tambahnya, menyumbang 32 persen total ekonomi dunia senilai sekitar USD 24 triliun, dan berkontribusi sekitar 30 persen total perdagangan dunia.
Potensi ini mendorong pemerintah Indonesia untuk menjajaki kemungkinan perluasan ekspor ke pasar baru, selain tiga negara tradisional tujuan ekspor kita, yakni Amerika, Tiongkok, dan Jepang.
Direktur Kerja Sama Intra dan Antar Kawasan Amerika dan Eropa Dewi Gustina Tobing mengatakan, Indonesia akan memanfaatkan FEALAC untuk mendekati negara-negara Amerika Latin.
“Beberapa negara yang potensial misalnya Argentina, Chile, dan Brasil. [Amerika] Latin adalah kawasan yang bisa kita kembangkan, sekecil apapun peluangnya,” jelas Dewi.
Memulai proses pendekatan itu, 30-31 Agustus mendatang, Dewi mengatakan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan menghadiri pertemuan FEALAC di Busan, Korea Selatan. Di dalam pertemuan ini, akan ditandatangani Deklarasi Busan yang berisi tantangan ekonomi, proteksionisme perdagangan dan investasi, pemanfaatan G20 sebagai forum utama perdagangan internasional, dan peran WTO sebagai pengatur perdagangan global.
Menurut Dewi, FEALAC akan menjadi salah satu kunci diplomasi Indonesia di Amerika Latin. “Forum ini mendukung apa yang selama ini sudah kita lakukan,” katanya. Dalam pertemuan nanti, Indonesia berperan sebagai ketua grup kelompok kerja perdagangan, investasi, dan pariwisata.
Selain masalah ekonomi, FEALAC juga akan membahas ancaman terorisme, permasalahan maritim, dan upaya pencegahan kejahatan lintas negara.