İqbal Musyaffa
15 Oktober 2019•Update: 16 Oktober 2019
JAKARTA
Total impor Indonesia pada September berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai USD14,26 miliar, tumbuh tipis 0,63 persen dari bulan Agustus yang sebesar USD14,17 miliar.
Akan tetapi, menurut Kepala BPS Suhariyanto, kinerja impor pada September turun 2,41 persen dari September tahun lalu yang berjumlah USD14,61 miliar.
Suhariyanto mengatakan impor migas pada September turun 2,36 persen dari Agustus menjadi USD1,59 miliar sementara impor nonmigas naik 1,02 persen menjadi USD12,67 miliar.
Dia menambahkan impor nonmigas untuk barang konsumsi tumbuh 3,13 persen secara bulanan atau month to month (mtm) dan 6,09 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi USD1,41 miliar.
“Ada peningkatan impor daging kerbau dan kendaraan sport car,” kata Suhariyanto, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Kemudian untuk impor bahan baku/penolong, terjadi penurunan 0,7 persen (mtm) dan 5,91 persen (yoy) menjadi USD10,26 miliar.
“Penurunan impor terjadi untuk gula mentah dari Thailand, tembaga murni dari Filipina dan China, serta helikopter,” kata dia.
Sementara untuk barang modal terjadi peningkatan impor 4,8 persen (mtm) dan 8,91 persen (yoy) menjadi USD2,59 miliar.
“Untuk barang modal kita impor notebook komputer, kapal pengangkut atau carrier vessel, beberapa mesin dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk berbagai keperluan,” lanjut Suhariyanto.
BPS menjabarkan komoditas berdasarkan HS dua digit yang mengalami peningkatan impor pada September antara lain serealia (HS 10) sebesar USD125,5 juta, kapal laut dan bangunan terapung (HS 89) sebesar USD102,8 juta, dan kendaraa dan bagiannya (HS 87) sebesar USD97,2 juta.
Sementara komoditas yang mengalami penurunan impor antara lain gula dan kembang gula (HS 17) sebesar USD66 juta, kapal terbang dan bagiannya (HS 88) sebesar USD53,9 juta, dan tembaga (HS 74) sebesar USD47,4 juta.
Kemudian bila dilihat berdasarkan negara asal impor, terjadi peningkatan impor asal China sebesar USD142,6 juta, Ukraina USD131 juta, dan Korea Selatan USD74,8 juta.
Selain itu, terjadi penurunan impor Indonesia asal Amerika Serikat sebesar USD78,6 juta, Jepang sebesar USD59,7 juta, dan Italia sebesar USD58,5 juta.